Ingin Diet Berhasil? Hindari 5 Kesalahan Mengolah Telur Ini

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Sering kali telur menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan oleh tiap orang sebagai pengganti karbohidrat untuk menurunkan berat badan dan kalori. Tahukah kamu jika mengolah telur untuk diet tidak boleh sembarangan?

Mengutip dari Livestrong, berdasarkan hasil yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrion pada tahun 2015, protein yang terdapat pada telur bisa menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Serta sangat membantu tubuh membakar energi lebih banyak serta meningkatkan hormon kenyang.

Namun perlu diketahui, manfaat penurunan berat badan ini bisa kamu dapatkan jika telur yang kamu masak dapat diolah dengan cepat, dan jangan lupa untuk hindari kesalahan-kesalahan dalam mengelolahnya ya, Dreamers. Berikut tipsnya, melansir CNN Indonesia.

1. Tidak makan kuning telur

Saat orang menjalani program diet, mereka cenderung menghindari bagian kuning telur karena dianggap bagian berlemak. Padahal, setengah kuning telur tidak memberi dampak apapun pada lemak di tubuh. Justru setengah protein telur ada di sana.

2. Cuma untuk sarapan

Telur merupakan salah satu menu praktis dan penuh nutrisi untuk sarapan, dengan anggapan tidak akan 'kalap' atau kelebihan asupan kalori saat makan siang. Sebenarnya, telur juga bisa dinikmati untuk makan siang maupun makan malam.

3. Dikonsumsi bersama makanan olahan tak sehat

Biasanya orang akan menyandingkan teluar dengan makanan seperti sosis, bacon, atau pancake. Nyatanya, dietmu akan jadi percuma. Kombinasi telur bersama dengan sosis bukan-lah pilihan tepat. Sosis dan jenis daging olahan lainnya tinggi akan kandungan garam dan lemak.

Sedangkan pancake umumnya terbuat dari biji-bijian olahan dan tinggi kalori, apalagi jika memasukkan gula tambahan. Saat makan telur, ada baiknya dikombinasikan dengan makanan sehat juga, seperti roti gandum atau salad sayur.

4. Konsumsi telur berlebihan

Secara teknis, tidak ada batasan dalam mengonsumsi telur. Namun, konsumsi telur musti tetap diperhatikan, jangan sampai terlalu banyak. Rata-rata satu sampai dua butir telur per hari. Penderita diabetes dan mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung disarankan untuk mengonsumsi telur kurang dari angka di atas.

5. Menggoreng telur dengan lemak tak sehat

Selain dapat meningkatkan berat badan, margarin, mentega, atau minyak dengan kandungan lemak jenuh bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masih banyak lagi. Sebaiknya goreng telur dengan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Akan lebih baik lagi jika direbus.

Berita Lainnya :

Ada Masker Baru MA-9501 dari Jepang, Seberapa Efektif Tangkal Corona?

Resikonya Fatal, Pahami Penyebab Jatuh di Kamar Mandi