Ingin Enjoy, WN Malaysia Bawa Sabu Dikemas Kapsul Obat saat Liburan di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia berinisial H (59) ditangkap petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Rabu (3/7) malam. Warga Malaysia itu ditangkap setelah membawa sabu dikemas kapsul obat ditemukan di tas pelaku.

Dirresnarkoba Polda Bali, Kombes Iwan Eka Putra mengatakan, petugas dari Bea Cukai Ngurah Rai mendapati WN Malaysia membawa sabu tersebut dan diserahkan ke Polda Bali. Namun polisi belum mengungkap jumlah berat sabu milik pelaku.

"Dia memang tujuan mau ke Indonesia ingin enjoy dan dia kemas sabunya di dalam kapsul-kapsul obat. Jumlahnya setelah diserahkan kepada kita, ditimbang hanya satu koma nol sekian gram," kata Iwan di kantor BNNP Bali, Jumat (5/8).

Pelaku Lolos di Tiga Bandara

Iwan mengatakan, pelaku sengaja membawa sabu untuk enjoy di Bali sambil liburan dan pelaku lolos saat melintas di Bandara Limbang, Bandara Internasional Kuching, dan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

"Karena memang tujuan dia merencanakan liburan sekalian enjoy. Pelaku lolos saat melintas di Bandara Limbang, Bandara Internasional Kuching, dan Bandar Udara KL (Kuala Lumpur)," ujar dia.

Dia juga menyebutkan bahwa petugas Bea Cukai Ngurah Rai sangat hebat karena pelaku terdeteksi setelah lolos di tiga bandara dan akhirnya terdeteksi di Bali.

"Saya harus mengatakan, bahwa tim Bea Cukai yang ada di bandara mereka sangat hebat dalam hal itu. Mereka, bisa mendapatkan itu, sementara di Malaysia sudah melewati tiga bandara, sampai di bandara kita, ternyata terdeteksi," kata dia.

Dia menerangkan bahwa pelaku mendapat barang haram tersebut di Malaysia dan dikemas di dalam kapsul atau dikamuflase seolah-olah obat. Pelaku datang seorang diri dan saat ini masih sedang proses.

"Sabu yang dikemas, dia membeli di Malaysia, dikemas di dalam kapsul-kapsul dan sekarang masih proses," tandasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel