Ingin Kekebalan, Praja IPDN dan Dosen Dapat Vaksinasi COVID-19

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi COVID-19. Tujuannya, untuk mencapai kekebalan tubuh, dari bahaya paparan virus Corona yang masih mengancam saat ini, hingga status pandemi masih berlaku di Tanah Air.

Vaksinasi juga disasar ke civitas akademika Institut Pemeritahan Dalam Negeri (IPDN). Ada 6.500 dosis vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada para praja dan para pengajar, di Gedung Balairung Rudini kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat.

Rektor IPDN, Hadi Prabowo, mengatakan pihaknya ingin agar kekebalan terhadap paparan virus Corona ini bisa dimiliki. Dengan begitu, bisa turut membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca juga: Ambil Alih Pengelolaan TMII ke Negara, Kemensetneg Buat Tim Transisi

"IPDN konsisten mendukung pemerintah dalam mengurangi penularan COVID- 19, salah satunya dengan melakukan vaksinasi ini. Semoga setelah melaksanakan vaksinasi, IPDN turut serta dalam membangun kekebalan kelompok atau herd immunity yang pada akhirnya akan dapat membantu dalam memutus rantai penyebaran atau penularan COVID- 19," kata Hadi Prabowo, dalam keterangannya, Rabu 7 April 2021.

Hadi mengatakan, program vaksin di lingkungan IPDN ini sekaligus melibatkan ASN dari Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung, dan Puslatbabg PAKSN LAN RI.

Adapun pelaksanaanya dilakukan secara bertahap, mulai hari ini hingga Jumat 9 April 2021.

"IPDN secara bertahap akan melakukan proses vaksinasi tidak hanya di IPDN kampus pusat tapi juga di IPDN kampus daerah," lanjut Hadi.

Ia berpesan, kepada semua pihak yang telah menerima vaksin agar tetap bertanggung jawab. Yakni tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena vaksinasi bukan berarti tidak bisa terpapar.

Total peserta vaksiasi COVID-19 di lingkungan kampus IPDN Jatinangor sebanyak 5.658 orang terdiri dari 3.960 praja, 1.237 pegawai IPDN, dan sisanya merupakan pegawai dari Kemendagri wilayah Bandung dan pegawai LAN Puslatbang PKASN.