Ingin Pakai QRIS Antarnegara di Thailand, Berikut Caranya

Merdeka.com - Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan QRIS antarnegara yang bisa dipakai di 4 negara ASEAN. Dengan demikian, turis Indonesia dapat melakukan transaksi hanya dengan men-scan barcode di merchant-merchant di 4 negara Asean tersebut.

Namun perlu diingat, implementasi transaksi QRIS antarnegara baru bisa dilakukan di Thailand. Untuk Malaysia, Singapura, dan Filipina sedang dalam tahapan uji coba atau inisiasi.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan teknis transaksi menggunakan QRIS antar negara, sama seperti saat warga negara Indonesia bertransaksi pada di merchant.

"QRIS antarnegara turis Thailand kalau datang ke Indonesia bisa gunakan aplikasi QR mereka, dan bisa pindai QR kita yang ada di merchant seluruh Indonesia, begitu juga sebaliknya," kata Fili, Selasa (30/8).

Saat ini, baru ada 8 aplikasi yang bisa melakukan scan QR di Thailand yaitu; Bank Central Asia (BCA), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Sinarmas, Bank Mega, Bank Permata, Bank BPD Bali, dan DANA. Namun Fili mengatakan, jumlah ini masih dimungkinkan untuk terus bertambah.

Sementara aplikasi Thailand yang bisa dipakai untuk scan QR di merchant Indonesia yaitu Bangkok Bank, Krungsri (Bank of Ayudhya), dan CIMB Thailand. Per September nanti, direncanakan akan ada 5 penambahan aplikasi.

Fili menyampaikan, saat seseorang melakukan pembayaran dengan men-scan QR, saldo yang akan terpotong langsung menyesuaikan kurs mata uang lokal. "Yang didebet sumber dana rupiah, dari situ keluar kursnya menyesuaikan mata uang lokal," ungkapnya.

Fili pun tidak menampik akan ada fee saat melakukan scan barcode. Hanya saja dia menjamin biaya tersebut jauh lebih murah dibandingkan jika seseorang bertransaksi menggunakan kartu debet ataupun kredit. Dan dalam iklim perbankan, hal itu merupakan lumrah.

Dia melanjutkan, jika implementasi transaksi berbasis QRIS telah diterapkan di Thailand, untuk Singapura ditargetkan dapat dimulai pada semester 2 tahun 2023. Saat ini, tahapan yang berjalan antara Indonesia dengan Singapura yaitu inisiasi.

Setelah tahapan inisiasi, akan berlanjut ke tahapan pengembangan kemudian uji coba hingga ke tahap implementasi. Sementara di Malaysia, tahapan penerapan QRIS antar negara sudah berada di tahap uji coba.

Dia menyampaikan, penerapan QRIS antar negara sebagai bentuk komitmen sekaligus respon negara-negara Asean untuk melakukan payment interconnectivity. Bahkan, menurut Fili, langkah ini tidak hanya dilakukan di Asean, namun seluruh dunia sudah mulai menerapkan hal serupa.

"Tujuannya untuk mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata, ini sangat bagus untuk UMKM sekaligus memperkuat stabilitas makro ekonomi. Enggak lagi rupiah ke USD ke Baht jadi bisa langsung ke mata uang lokal," jelasnya. [azz]