Ingin Penuhi Kepuasan Seksual, Kabel Charger Tersangkut dalam Kandung Kemih

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria berusia 30 tahun di India mendatangi rumah sakit di Assam dengan keluhan sakit perut parah karena tak sengaja menelan kabel. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, benda itu digunakannya untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Dokter memeriksa bagian perutnya dengan endoskopi, namun mereka tidak bisa menemukan benda apa pun. Saat dioperasi, tenaga kesehatan juga melihat ada kabel di saluran pencernaannya.

Dokter Walliul Islam, ahli bedah yang memeriksa pria tersebut segera melakukan pemeriksaan rontgen. Di sana terungkap adanya sebuah kabel charger (pengisi daya) ponsel berwarna hitam di kandung kemih pria tersebut.

"Saya telah melakukan operasi selama 25 tahun tetapi ini adalah pertama kalinya kasus seperti itu terjadi di meja operasi," kata Walliul seperti dilaporkan oleh Hindustan Times, dikutip Senin (8/6/2020).

Sayangkan Pasien Berbohong

Hati-hati, banyak dampak yang bakal didapat seorang transgender sesudah operasi kelamin (Ilustrasi/iStockphoto)

Walliul mengatakan bahwa pasien tersebut memang memiliki kebiasaan memasukkan kabel dan benda-benda lainnya lewat penis untuk memenuhi hasrat seksual. Dalam satu momen, situasinya di luar kendal dan membuat kabel tersebut masuk ke kandung kemihnya.

"Ini adalah jenis masturbasi yang disebut urethral sounding, di mana orang menyisipkan benda atau cairan ke dalam uretra. Orang itu datang kepada kami lima hari setelah dia memasukkan kabelnya," kata dokter.

"Kami bisa saja menyelesaikan operasi apabila dia mengatakan yang sesungguhnya dan bisa melepas kabel melalui jalur yang sama dengannya memasukkan. Namun operasi harus dilakukan karena dia berbohong."

Tak Ada Gangguan Mental Lain

ilustrasi operasi. (iStockphoto)

Dia menambahkan, pasien tersebut tidak memiliki gangguan mental apa pun dan hanya melakukannya untuk kesenangan seksual.

Dikutip dari CTV News, sebuah studi di tahun 2012 dalam jurnal urologi BJU International menyebutkan, urethral sounding sebagian besar merujuk pada praktik yang bertujuan medis. Namun, ini juga dikaitkan dengan kecelakaan, penyakit psikologis, mau pun kepuasan erotis.

Walliul mengatakan, operasi yang dilakukan pada pria itu berjalan lancar dan pasien berada dalam pemulihan.

Dalam studi tersebut, para peneliti menyebut aktivitas seksual dengan cara tersebut berisiko besar terhadap infeksi saluran kemih serta infeksi menular seksual.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini