Ingin Punya Kartu Kredit Lebih dari Satu? Tanyakan Dulu 3 Hal Berikut

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Rata-rata orang Amerika memiliki sekitar empat kartu kredit pada 2020. Namun ternyata ahli keuangan memiliki pandangan tersendiri tentang hal ini.

Menurut analis CreditCards.com Ted Rossman, meskipun memiliki 10 kartu kredit dan bisa mengelolanya, tetap saja seharusnya hal tersebut bukan menjadi pilihan utama. “Kecenderungan saya secara pribadi lebih memilih memiliki 2 kartu kredit,” jawab Rossman melansir lama CNBC, Selasa (30/8/2021).

Orang-orang umumnya menganggap kepemilikan kartu kredit sebagai kartu utama dan cadangan. Namun, ternyata satu kartu bisa menjadi kartu kredit cashback sederhana tanpa biaya tahunan.

Jika Anda memiliki kartu kredit lebih dari dua, pastikan hal tersebut sesuai dengan kategori pengeluaran teratas Anda, seperti belanja, makanan, atau biaya perjalanan.

Risiko memiliki banyak kartu kredit adalah pertambahan saldo yang dapat merusak nilai kredit Anda. Ada gilirannya hal tersebut berimbas pada kemampuan Anda untuk mengamankan hal-hal yang memiliki urgensi tinggi, seperti pinjaman mobil, hipotek, hingga tempat tinggal atau apartemen.

“Umumnya, jumlah yang seharusnya dimiliki adalah sesuai dengan kenyamanan Anda dalam mengelola kartu kredit Anda sendiri,” jelas Editor Senior The Points Guy Nick Ewen yang memiliki 21 kartu kredit.

Oleh karena itu, bagi Anda yang kebingungan untuk menentukan jumlah kartu kredit yang dimiliki, ada tiga pertanyaan yang diberikan pada ahli keuangan untuk Anda tanyakan pada diri sendiri, “Seberapa banyak kartu kredit yang dibutuhkan?”.

Pertanyaan Pertama

Ilustrasi penipuan uang.
Ilustrasi penipuan uang.

Pertanyaan pertama yang diberikan adalah “Apakah saya dapat melunasi saldo saya secara penuh dan tepat waktu?.

Memikirkan kedua hal tersebut akan membantu Anda menentukan berapa banyak kartu kredit yang harus dimiliki.

Hal serupa juga Rossman tanyakan pada Ewen. Jika Anda mampu dan menyanggupinya, tidak akan menjadi masalah bagi Anda untuk menjawab pertanyaan pertama.

“Siapa pun yang menggunakan kartu kredit secara teratur harus membayar tagihan mereka secara penuh, tepat waktu di setiap bulannya untuk menghindari biaya bunga atau denda keterlambatan, jawab Ewen.

Namun, jika Anda tidak dapat membelanjakan uang secara bertanggung jawab, jangan miliki kartu kredit sama sekali karena hal tersebut akan membuat Anda kesulitan secara finansial ke depannya.

Sebaliknya, jika Anda dapat mengelola keuangan Anda dengan baik dan bertanggung jawab, kartu kredit dapat menjadi salah satu kartu yang memberikan fasilitas penting bagi Anda, khususnya perlindungan pembeli dan penghargaan.

Pada akhirnya, hal tersebut nantinya akan datang sendiri ke diri Anda. Orang-orang yang memiliki kebiasaan mengelola finansial secara terstruktur, dapat memaksimalkan imbalan dari skor kartu kredit Anda.

“Saya hanya mengikuti bagaimana kebanyakan orang memilih, tetapi lebih baik untuk tetap sederhana,” ujar Rossman.

Pertanyaan Kedua

Kartu Kredit
Kartu Kredit

Permasalahan yang harus dihadapi pemilikkartu kredit adalah membuat pengeluaran baru. Lacaklah jadwal jatuh tempo pembayaran kartu kredit Anda.

Dengan begitu, pertanyaan kedua yang disuguhkan adalah “Apakah saya akan ingat untuk memeriksa rekening kartu kredit?”.

Apabila Anda memiliki terlalu banyak kartu kredit yang harus dikelola dan lupa membayar tagihan yang sudah ditentukan, penilaian skor kredit Anda akan menurun dan berimbas pada kenaikan biaya bunga.

Biaya keterlambatan lainnya tentu akan sangat mengganggu perputaran dari kas pribadi. Selanjutnya, masalah lain yang dihadapi adalah meningkatnya potensi penipuan dan pencurian secara daring ataupun luring.

“Bahkan jika Anda tidak menggunakan kartu kredit secara teratur, Anda tetap harus terbiasa untuk memeriksa setidaknya sebulan sekali untuk memastikan tidak adanya penipuan,” jelas Rossman saat mengantisipasi adanya penipuan kartu kredit.

Pertanyaan Ketiga

Jangan sampai kamu tidak melakukan ketiga hal ini saat membayar tagihan kartu kredit.
Jangan sampai kamu tidak melakukan ketiga hal ini saat membayar tagihan kartu kredit.

Pertanyaan terakhir yang juga tidak kalah penting adalah “Apakah saya akan terus menggunakan setiap kartu kredit?”.

Seperti yang semua pengguna kartu kredit ketahui, lupa menggunakan kartu dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penutupan akun yang berdampak buruk pada nilai kredit Anda. Ewen menegaskan bahwa beberapa penerbit akan membatalkan kartu kredit bila tidak ada aktivitas.

Usia dari rata-rata kartu kredit adalah faktor yang digunakan biro kredit untuk melakukan evaluasi skor kredit Anda. Bila membiarkan kartu tidak memiliki aktivitas yang minim dan dibiarkan begitu saja, skor yang dimiliki akan bersifat negatif.

“Beberapa orang berpikir kalau membatalkan kartu akan menghilangkan laporan kredit. Itu adalah mitos,” ujar Rossman. Informasi tersebut akan tetap tercantum hingga sepuluh tahun ke depan, sedangkan informasi negatif selama tujuh tahun.

Dengan membatalkan kartu Anda, kredit yang tersedia akan segera hilang. Penggunaan kartu kredit menjadi faktor penting yang digunakan biro untuk menghitung skor kredit Anda. Dengan begitu, bagilah kredit yang digunakan dengan batas kredit Anda.

Idealnya, rasio pemanfaatan kredit akan dibawah 30 persen dan kebanyak orang dengan nilai kredit tinggi akan mempertahankannya di bawah 10 persen. Alih-alih memaksimalkan kartu kredit akan membuat Anda menggunakan sebagian kecil dari kredit yang tersedia.

“Jika Anda memiliki banyak kartu dan tidak menggunakannya, mungkin hal itu mencerminkan bagaimana penggunaan kredit Anda dengan sangat baik. Hal itu yang menjadi alasan banyak orang mengatakan untuk tetap membuka kartu lama,” jawab Rossman.

Strategi yang dipaparkan tentunya harus dengan syarat jika Anda berhasil melunasi kartu kredit secara penuh dan tepat waktu setiap bulannya.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel