Ingin Sukses Finansial di Usia 20-an Tahun? Simak Tipsnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Beradaptasi menjadi orang dewasa yang beranjak dari masa remaja itu sulit. Namun, ternyata ada yang lebih sulit dibanding itu. Jawabannya adalah menganggarkan keuangan untuk mencapai kesuksesan finansial.

Saat seseorang beranjak dewasa, dia akan memulai hidupnya untuk lebih mandiri. Hal yang mungkin terasa adalah saat merencanakan keuangan. Di dalamnya termasuk mengatur tagihan hingga tabungan yang bisa-bisa menghantui pikiran sepanjang hari.

Karena hal itu, Sharon Epperson kemudian membagikan tips-tipsnya tentang bagaimana membuat anggaran, mengurus tagihan, hingga mengatur keuangan. Pada akhirnya bisa mencapai kesuksesan finansial di usia 20-an.

Dikutip dari laman CNBC, Minggu (31/10/2021), berikut ini tips-tips darinya.

1. Membuat Anggaran

Dengan membuat anggaran, Anda juga bisa melacak pengeluarannya, kata Epperson. Dari kegiatan tersebut, nantinya Anda akan terbiasa mengatur keuangan yang sehat. Bahkan akan mampu mengelola keuangan dengan sukses.

Dalam membuat anggaran ini, seperti tips dari Epperson, coba berhenti menggunakan uang tunai. Sebagai gantinya, coba lakukan pembayaran dengan kartu debit atau kredit tanpa biaya supaya nantinya pengeluaran bisa dilacak. Anda kemudian bisa melihat laporan keuangan tersebut.

Selain itu, Anda juga perlu membuat anggaran secara jelas dan kalau perlu tertulis. Dengan begitu Anda bisa membedakan mana pengeluaran yang diperlukan atau tidak.

Perlu diketahui pula dalam membuat anggaran, Anda harus merencanakan tabungan untuk dana darurat. Dana ini akan sangat berguna jika sewaktu-waktu Anda perlukan dalam keadaan mendesak.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Pertimbangkan Punya Kartu Kredit

Ilustrasi penipuan uang.
Ilustrasi penipuan uang.

Menurut Epperson, memiliki kartu kredit itu penting untuk bisa membangun kredit yang Anda perlukan di kemudian hari. Sebab, mungkin saja Anda akan melakukan pembelian mobil atau rumah dengan kartu kredit.

Namun di samping itu, Epperson mempertimbangkan aspek positif dan negatif dari kartu kredit ini. Untuk dampak positifnya, kartu kredit bisa membantu Anda ketika ingin kredit suatu barang, memiliki perlindungan yang lebih besar dibanding kartu debit, dan banyak program diskon yang biasanya ditawarkan.

Sementara untuk dampak negatifnya, kartu kredit dapat meningkatkan peluang pengeluaran lebih banyak, memiliki suku bunga yang tinggi, dan jika terlewat batas pembayaran dapat mengurangi nilai kartu kredit.

3. Budayakan Menabung

ilustrasi menabung | pexels.com/@cottonbro
ilustrasi menabung | pexels.com/@cottonbro

Menyisihkan uang mungkin terasa sulit bagi sebagian orang. Namun, cobalah untuk menjadikan “menabung” menjadi kebiasaan.

“Jadikan menabung sebagai kebiasaan harian, mingguan, bulanan,” kata Epperson. Anda bisa menyetorkan sejumlah uang dari penghasilan atau bahkan bonus yang didapat.

Hal penting lainnya adalah Anda juga perlu menyisihkan uang untuk dana darurat. Sebab, dana darurat menjadi sangat berarti ketika Anda berada dalam situasi yang sangat mendesak dan membutuhkan uang.

Epperson juga mengingatkan bahwa jangan lupa untuk menabung dengan tujuan jangka panjang. Tabungan tersebut mungkin bisa untuk liburan, membeli mobil baru, atau menikmati masa pensiun.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel