Ingin UMKM Masuk E-Commerce, Jokowi: Perputaran Ekonomi Bergerak dari bawah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang telah berjalan satu tahun semakin membuahkan hasil. Ia pun menginginkan semakin banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjual produk di layanan e-commerce.

"Kita ingin jumlah UMKM kita yang on boarding ke platform e-commerce semakin meningkat secara signifikan. Peningkatan e-commerce pasti akan berdampak juga kepada pergerakan ekonomo offline," kata Jokowi secara virtual dalam acara Gernas BBI Festival Joglosemar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (20/5/2021).

Kehadiran UMKM di e-commerce akan membuat pergerakan ekonomi lebih maksimal. Tidak hanya terpusat di beberapa wilayah saja.

"Sehingga perputaran ekonomi bergerak dari bawah, bergerak dari pinggiran di berbagai pelosok Indonesia secara merata dan berkeadilan," ungkap Jokowi.

Ia mengungkapkan bahwa ekositem usaha bagi UMKM juga terus dibenahi. Dalam hal ini termasuk UU Cipta Kerja yang disebut telah memberikan berbagai kemudahan berusaha bagi UMKM, memangkas regulasi yang rumit dan tumpang tindih, serta memudahkan UMKM untuk membuka usaha baru.

"Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran kabinet dan kepala daerah untuk memastikan eksekusinya, ini yang penting. Mengawal implementasinya, ini juga penting. Sehinvga betul-betul dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM," katanya.

Reformasi struktural yang dilakukan pemerintah, menurut Jokowi, bukan hanya soal perizinan. Akses pembiayaan telah dan akan terus dipermudah, akses pasar juga dibuka seluas-luasnya, pendampingan bagi UMKM, branding, packaging dan marketing terus dilanjutkan, serta perlindungan bagi UMKM juga terus diperkuat.

Menko Luhut Sisir Anggaran Negara yang Bisa Dibelanjakan Produk UMKM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI   (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan saat mengikuti Forum CEO Networking 2020 yang digelar secara virtual, Selasa (24/11/2020).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan saat mengikuti Forum CEO Networking 2020 yang digelar secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan setiap tahun ada Rp 1.300 triliun anggaran APBN untuk belanja modal dan barang. Besarnya anggaran ini akan lebih baik bila dibelanjakan produk-produk dalam negeri buatan UMKM Indonesia.

"Kalau lihat APBN, kira-kira belanja modal dan barang itu ada Rp 1.300 triliun," kata Luhut dalam Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #FestivalJoglosemar: Artisan of Java, Yogyakarta, Kamis, (20/5).

Dari kebutuhan tersebut, Luhut mengaku telah meminta stafnya untuk melakukan penyisiran alokasi belanja negara yang bisa dibelanjakan produk dalam negeri. Hasil sementara menunjukkan ada Rp 470 triliun belanja negara yang bisa dibelikan produk dalam negeri.

"Dari angka yang kita dapat sementara ada Rp 470 triliun yang bisa dibuat di dalam negeri," katanya.

Tak puas, Luhut mengaku meminta kembali stafnya untuk lebih teliti dalam melakukan penyisiran. Dia memperkirakan paling rendah ada alokasi Rp 300 triliun yang bisa dibelanjakan produk buatan anak bangsa.

"Paling rendah itu ada Rp 300 triliun satu tahun yanng bisa di buat dalam negeri," kata dia.

Luhut mengatakan, semakin banyak alokasi APBN yang bisa dibelanjakan produk dalam negeri, maka akan semakin banyak dampak positif yang dihasilkan. Permintaan tinggi produk UMKM bisa membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Termasuk mendorong pencipataan teknologi yang dibuat anak bangsa.

"Ini akan menciptakan jutaan lapangan kerja dan juga menciptakan teknologi anak bangsa," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel