Ingin Viral, Bocah di Bekasi Tewas saat Bikin Konten Adang Truk Kontainer

Merdeka.com - Merdeka.com - Korban tewas tertabrak truk kontainer di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi diduga merupakan bagian dari kelompok pembuat konten berbahaya atau ekstrem di media sosial. Biasanya, kelompok ini beranggotakan lebih dari lima orang.

"Dari hasil pemeriksaan saksi, mereka ini berkelompok antara lima bahkan sampai 10 orang, usianya antara 14 tahun sampai 16 tahun," kata Kanit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi, Iptu Carmin, Senin (7/11).

Dia mengatakan, aksi mengadang kendaraan besar yang direkam dan diunggah di media sosial ini dilakukan oleh anak-anak usia belasan tahun hanya sekadar untuk gaya-gayaan agar viral di dunia maya.

"Mungkin mereka ingin tenar atau viral, atau pengen eksis di media sosial, hanya itu saja," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Carmin, anak-anak pelaku pengadang kendaraan besar ini sebelumnya izin kepada orang tuanya untuk melakukan kegiatan positif. Seperti belajar atau mengaji bersama teman-temannya.

"Mereka izinnya mau berlajar bersama dan mengaji bersama. Saat dilakukan pemeriksaan kepada teman-teman korban belum ditemukan indikasi menggunakan narkoba atau obat-obatan, jadi mereka dalam keadaan sadar saat mengadang truk," katanya.

Kasus menyetop atau mengadang kendaraan besar untuk konten media sosial hingga memakan korban jiwa ini juga pernah terjadi di Cikarang Utara, beberapa waktu lalu. Pelakunya juga rata-rata berusia belasan tahun.

Kasus bocah tertabrak truk kontainer di Cikarang Barat ini masih dalam penyelidikan polisi, termasuk mencari informasi truk kontainer yang terlibat dalam kecelakaan ini.

"Kalau dari rekaman CCTV tidak terlihat jelas nomor polisinya, hanya kelihatan truk fuso warna kuning bermuatan tertutup, jadi kita masih melakukan penyelidikan," katanya.

Sebelumnya, seorang bocah berinisial F (14) tewas setelah tertabrak truk kontainer di Jalan Raya Imam Bonjol, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Diduga bocah tersebut sengaja mengadang truk untuk membuat konten di media sosial.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (6/11) dini hari sekira pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban bersama teman-temannya berada di pinggir jalan raya. Mereka menyetop dan mengadang truk besar yang melintas.

Berdasarkan keterangan saksi mata, aksi nekat itu dilakukan untuk membuat konten di media sosial. Karena beberapa dari mereka, merekam peristiwa pengadangan truk besar tersebut menggunakan telepon seluler. [ray]