Ini 3 Fakta Grab Tech Centre, Teknologi Buatan Indonesia untuk Bantu UMKM di Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk membantu sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama masa pandemi. Tak hanya pemerintah, pihak swasta pun turut andil dalam membantu sektor ekonomi tersebut.

Terbaru, Grab sebagai perusahaan berbasis aplikasi telah mengenalkan Grab Tech Centre. Teknologi tersebut merupakan solusi teknologi yang bertujuan untuk mempermudah bisnis terkecil sekalipun dalam memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi ke online dan sukses dalam era digital. Untuk mengetahui tentang Grab Tech Centre, berikut fakta-fakta yang dihimpun oleh Liputan6.com:

Diresmikan Pemerintah

Dalam meresmikan Grab Tech Centre, sejumlah Menteri ikut meresmikan teknologi tersebut. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Pandjaitan dalam pidatonya mengungkapkan sangat menyambut baik adanya Grab Tech Centre.

“Kami menyambut baik dibukanya ,Grab Tech Centre. Para investor seperti Grab yang berkomitmen jangka panjang bagi perkembangan Indonesia memainkan peran penting dalam membantu mewujudkan misi ‘Making Indonesia 4.0’. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, kami membutuhkan dukungan dari mitra-mitra seperti Grab yang berkomitmen tidak hanya dari segi permodalan, tetapi juga sumber daya untuk mendorong pengembangan talenta dan infrastruktur digital di tanah air,” ujar Luhut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka memperingati Hari Pahlawan hari pemerintah ingin memberi penghormatan kepada para UMKM.

“UMKM memegang kunci pemulihan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, mendorong digitalisasi lebih banyak lagi UMKM merupakan hal yang harus segera dilakukan. Grab telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah Indonesia yang secara konsisten membantu mendorong agenda transformasi digital melalui program-program seperti #TerusUsaha. Membekali UMKM dengan solusi teknologi yang tepat untuk menavigasi dinamika bisnis online sangatlah penting, dan saya sangat mengapresiasi Grab yang telah mendirikan Pusat Teknologi di Indonesia yang ditujukan untuk menjawab beragam kebutuhan para UMKM,” ujar Airlangga Hartarto.

Fitur Solusi UMKM

Sebagai teknologi untuk membantu para pelaku UMKM, Grab memiliki fitur aplikasi GrabMerchant yaitu Self-Onboarding atau Pendaftaran Mandiri, yang memungkinkan bagi pengusaha makanan mendaftarkan diri dan menjalankan bisnisnya di Grab hanya dalam waktu 24 jam. Dibuat oleh tim Grab Indonesia, fitur ini berhasil mempercepat upaya Grab mendigitalisasi lebih banyak para pelaku UMKM selama masa pandemi yang bagi sebagian besar dari mereka hal ini merupakan transformasi online untuk pertama kalinya. Antara bulan Mei dan September, lebih dari 70.000 merchant di Indonesia telah bergabung dengan Grab melalui fitur Pendaftaran Mandiri. Grab berencana untuk meluncurkan fitur ini di pasar-pasar lain di kawasan Asia Tenggara.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan Grab memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di Indonesia. “Grab Tech Centre ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi kami di Indonesia dalam rangka membangun berbagai solusi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, namun tak terbatas pada itu saja. Kami juga ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi teknologi Indonesia, dan berharap dapat memboyong teknologi ‘Buatan Indonesia’ ke seluruh Asia Tenggara,” tutur Ridzki Kramadibrata.

Tim Yang Solid Untuk Kembangkan Fitur

Dalam pengembangannya, Grab Tech Centre menaungi tim yang difokuskan pada penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) GrabKios, Merchant, dan GrabFood, dengan serangkaian divisi lengkap yang diperlukan untuk pengembangan produk yang menyeluruh.

Hal ini mencakup manajemen produk, desain produk, analisis produk, software engineering, hingga quality assurance engineering. Grab berencana untuk semakin memperkuat kapabilitas di backend engineering, mobile front-end engineering, serta site reliability engineering.

Salah satu tanggung jawab utama dari tim Tech Grab Indonesia adalah mengembangkan platform berbagai produk digital Grab. Melalui platform produk digital, tim ini akan membangun berbagai jenis produk guna menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi para mitra pengemudi dan mitra agen Grab.

Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia akan bergantung pada UMKM. Jika bisa meningkatkan ketangguhan mereka, Indonesia dapat mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja yang lebih besar dan membantu membangkitkan kembali ekonomi negeri.

“Banyak solusi teknologi B2B yang dirancang untuk perusahaan-perusahaan yang lebih besar, namun masih sedikit yang mengembangkan produknya dengan memperhitungkan kebutuhan UMKM yang mungkin tidak memiliki dana, waktu, atau pengetahuan untuk menggunakan produk-produk tersebut. Grab Tech Centre di Jakarta kami dedikasikan untuk para UMKM. Hal ini juga menjadi wujud dari komitmen kami untuk mengembangkan talenta tanah air. Kami akan menyatukan kekuatan talenta-talenta teknologi terbaik di Indonesia untuk membangun solusi yang mudah digunakan dan dapat diandalkan untuk membantu UMKM terkecil sekalipun dalam proses digitalisasi mereka,” tutur Neneng.

Grab Tech Centre menjadi fasilitas terbesar Grab di negara ini. Grab beroperasi di lebih dari 500 kota dan telah memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro dan UMKM di Indonesia. Grab telah berhasil mendigitalisasi lebih dari 450.000 UMKM selama pandemi Menurut laporan riset CSIS dan Tenggara Strategic, Grab telah berkontribusi sebesar Rp77,4 triliun atau US$5,4 miliar bagi perekonomian Indonesia pada 2019.

(*)