Ini 3 Hal Penting dalam Menentukan Partner Bank Prioritas untuk Mengembangkan Kekayaan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pergerakan ekonomi saat ini semakin cepat dan menghadirkan beragam peluang dalam mengembangkan kekayaan. Pesatnya perkembangan teknologi digital turut mempermudah akses ke berbagai pilihan instrumen investasi.

Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang ragu dalam memanfaatkan peluang dan kemudahan yang ada, dikarenakan kurangnya waktu dan informasi untuk mengkaji perkembangan pasar. Alhasil, tidak sedikit yang kemudian memilih untuk menyimpan dana yang dimiliki di produk tradisional seperti deposito ataupun tabungan biasa.

Di sinilah bank, khususnya bank prioritas, dapat berperan sebagai mitra keuangan yang secara aktif menelaah potensi pengembangan kekayaan, yang mencermati preferensi dan aspirasi nasabah.

Proses pengambilan keputusan keuangan akan semakin lebih mudah dengan adanya intuitive wealth management strategy, sehingga nasabah dapat yakin untuk melakukan investasi akurat di saat yang tepat. Tentukan partner bank prioritas yang tepat dengan tiga hal berikut.

1. Proaktif dalam menganalisa peluang, bukan hanya saat diminta

Ilustrasi Bank
Ilustrasi Bank

Temukan partner yang proaktif melakukan pemantauan dan analisa mendalam atas berbagai data dan pandangan keuangan terkini serta secara berkesinambungan mengkaji peluang yang ada – yang mungkin tidak disadari oleh nasabah, dan selanjutnya disajikan dalam bentuk langkah keuangan yang dibutuhkan.

Bersama dukungan partner proaktif, keputusan finansial akan jauh lebih jelas dan tajam dengan memanfaatkan beragam kemungkinan peluang investasi.

2. Tim ahli yang handal dan berpengalaman

Perkembangan dunia investasi yang pesat membutuhkan pendekatan yang cermat dan terintegrasi. Selidiki cara pandang dan proses penyusunan strategi keuangan dari partner perbankan. Setidaknya ada tiga hal utama yang partner bank prioritas perlu untuk selalu ikuti di tengah perkembangan pesat ini: tim ahli handal (team of experts), bergerak berdasarkan data (data-driven operating model) dan optimalisasi portofolio yang mencermati kebutuhan nasabah (customer science).

Data-driven operating model adalah suatu kerangka kerja dengan proses dan infrastruktur yang ditujukan mengoperasionalkan data internal dan eksternal secara efektif dan optimal, sebagai landasan untuk menyusun strategi keuangan yang tepat guna.

Dalam penyusunan strategi keuangan, penting untuk mencakup kemungkinan kebutuhan nasabah secara akurat, dan diperlukan penerapan customers science atau model analisa secara dinamis dan ekstensif yang merupakan perpaduan antara teknologi, behavioral science, dan data finansial nasabah.

Dengan dukungan tim ahli yang bergerak dinamis, maka strategi investasi tiap nasabah dapat dipertajam dan disampaikan di saat yang tepat.

3.Kapabilitas teknologi digital

Keberadaan teknologi saat ini telah terintegrasi dalam beragam aspek kehidupan, termasuk untuk pengelolaan keuangan dan kekayaan. Teknologi digital handal sangat penting untuk mendukung kemudahan akses, kecepatan, kenyamanan dan juga keamanan bertransaksi keuangan, termasuk kelengkapan produk investasi untuk bertransaksi secara real-time.

Teknologi digital juga memungkinan nasabah untuk mendapatkan informasi akurat sedini mungkin melalui media preferensi mereka, dan dapat melaksanakan transaksi kapanpun dimanapun. Sehingga nasabah tidak akan melewatkan peluang yang bermanfaat.

Selanjutnya

Ilustrasi Fungsi Bank Umum Credit: pexels.com/Gally
Ilustrasi Fungsi Bank Umum Credit: pexels.com/Gally

Ketiga poin penting di atas yang wajib dimiliki partner bank prioritas tersedia di bank prioritas DBS Treasures, yang berkomitmen memberikan Intuitive Wealth Management guna menjadi partner manajemen kekayaan terpercaya.

“Transformasi DBS Treasures dilakukan karena menyadari bahwa adaptasi dan inovasi merupakan kunci utama dalam memberikan layanan yang selaras dengan tren dan perkembangan dunia. Komitmen untuk inovasi digital berkelanjutan telah kami lakukan sejak tahun 2017 melalui peluncuran Aplikasi digibank by DBS. Saat ini melalui Aplikasi digibank by DBS, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan termasuk pembelian produk Obligasi Pasar Perdana dan Sekunder, transfer valas ke lebih dari 20 negara bebas biaya, dan konversi 10 mata uang asing secara real-time,” ujar Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung.

Rudy menambahkan, “Tahun ini kami menerapkan tiga hal tambahan dalam layanan prioritas kami: proses kerja yang berbasis data, customer science sebagai rangka utama penyajian strategi keuangan dan adanya team of experts yang mendukung setiap nasabah, yaitu tim tersertifikasi yang terdiri atas Data Scientist, Market Intelligence, Product Specialist dan tentunya Relationship Manager. Dengan 3 terobosan ini, kami berharap nasabah dapat lebih yakin dalam mengambil keputusan keuangan sehingga semakin optimal dalam mengembangkan kekayaan.”

Selanjutnya

Ilustrasi bank (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi bank (Sumber: Istockphoto)

Pernyataan Rudy tersebut juga terbukti melalui salah satu testimoni nasabah, “DBS Treasures memberikan insight tentang kondisi pasar dan situasi ekonomi makro yang mudah dimengerti. Relationship Manager saya mudah dihubungi dan responsif, termasuk dalam memberikan alternatif investasi yang menguntungkan, seperti Sukuk dan ORI,” ujar L.V. Lesmana, Nasabah DBS Treasures domisili Surabaya.

Nasabah DBS Treasures lainnya menambahkan, “Saya dapat membeli berbagai produk investasi dan melakukan berbagai transaksi melalui Aplikasi digibank by DBS, termasuk transfer ke luar negeri dan dalam negeri."

“Untuk memperkuat agenda transformasi DBS Treasures menuju Future of Banking, kami membangun DBS Research Library yang diperkaya secara berkesinambungan. DBS Research Library bersama dengan pantauan data pasar harian menjadi pusat dan referensi data dalam menyusun strategi keuangan nasabah, atau biasa kami sebut dengan The Brain.

Pendekatan customer science kami selanjutnya dapat terlihat dengan adanya komunikasi proaktif dalam bentuk nudges, dimana pengetahuan data pasar disesuaikan dengan behavior, preferensi, dan aspirasi nasabah, yang kemudian disajikan dalam bentuk saran-saran keuangan,” tambah Rudy.

“Kedepannya, kami sedang mempersiapkan beberapa hal seperti fitur pembelian Reksa Dana secara online melalui Aplikasi digibank by DBS serta roboadvisory atau saran keuangan yang mengandalkan algoritma oleh artificial intelligence dan analisa tim ahli kami. Harapan kami, hal ini akan semakin mempermudah nasabah untuk mengembangkan kekayaan,” tutup Rudy.