Ini 3 Isu Strategis yang Dibahas Dalam Rapim TNI di Cilangkap

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) hari ini telah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2021 yang diikuti oleh 333 Perwira Tinggi TNI di seluruh Indonesia yang terbagi secara tatap muka 75 orang dan 258 orang mengikuti secara daring di 72 lokasi berbeda.

75 orang yang hadir dan mengikuti Rapim TNI Tahun 2021 di Mabes TNI Cilangkap, diantaranya para Kepala Staf Angkatan, para Perwira Tinggi (Pati) TNI Bintang Tiga dan Dua dari Mabes TNI dan Mabes Angkatan, Pati Bintang Tiga dari Kementerian/Lembaga, perwakilan Pati Wanita TNI, dan perwakilan Kolonel Alumni 1994 sampai 1998.

Sedangkan 258 orang yang mengikuti Rapim melalui daring di 72 lokasi terdiri dari Pati bintang tiga, Pati bintang dua, Pati bintang satu struktural Mabes TNI dan Angkatan dan Pati bintang dua yang non struktural di Kementerian/Lembaga.

Dalam Rapim TNI tahun ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahajanto menyampaikan setidaknya ada tiga isu strategis yang akan menjadi fokus TNI di tahun mendatang.

Ketiga isu strategis itu adalah, penanganan COVID-19, Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Pengembangan Alutsista Nasional.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan, terkait dengan penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, TNI telah menyiapkan personel dalam jumlah besar untuk mendukung Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Pulau Jawa dan Bali yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Mayjen TNI Riad, para personel TNI yang akan menjadi garda terdepan di tingkat desa dan kampung-kampung adalah Babinsa. Mereka akan bergerak untuk melaksanakan 3 T yaitu, Testing, Tracing, dan Treatment sebagai tenaga tracing maupun tenaga vaksinator.

"TNI akan menyiapkan seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki baik dari segi kemampuan personel, Alutsista maupun peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan visi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional," kata Mayjen TNI Achmad Riad di sela-sela Rapim TNI Tahun 2021 di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa, 16 Februari 2021.

Dia menambahkan, penerapan PPKM Skala Mikro dengan melibatkan para personel TNI dan Polri di Pulau Jawa dan Bali sudah barang tentu sangat berkaitan dengan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Kapuspen TNI, ketika pemerintah berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, maka pemulihan ekonomi nasional perlahan-lahan akan mulai bangkit.

Tidak hanya itu, lanjut Mayjen TNI Riad, pemulihan ekonomi nasional juga memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas keamanan nasional. Dengan demikian, TNI akan menjamin stabilitas keamanan nasional demi pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

"Seperti pada pembukaan Rapim TNI tadi, Panglima TNI menyampaikan tentang bagaimana untuk menjaga stabilitas nasional dengan tujuan agar pemulihan ekonomi dapat segera pulih dihadapkan dengan kondisi saat ini," ujarnya.

Terkait dengan Alutsista, kata Kapuspen, Panglima TNI sangat memperhatikan betul bagaimana perkembangan teknologi Alutsista yang dihadapkan dengan kondisi global, regional, maupun nasional. Sehingga pengembangan Alutsista TNI untuk pertahanan dan keamanan NKRI merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dengan seksama.

“Fokus kedepan dalam hal peningkatan Alutsista dan peningkatan kemampuan profesional prajurit TNI diharapkan bisa mengikuti perkembangan, sehingga modernisasi maupun pengembangan Alutsista sesuai dengan tantangan yang akan kita hadapi kedepan,” katanya.

Baca juga: TNI Tembak Mati 3 Anggota OPM Pendeklarasi Perang dengan TNI-Polri