Ini 3 Kapal Selam yang Raib Ditelan Samudera Selain KRI Nanggala 402

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVAKapal selam andalan TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402 sudah dinyatakan sub sunk (tenggelam) setelah sempat hilang kontak sejak Kamis 22 April 2021. Fakta membuktikan, tak hanya kapal selam buatan Jerman itu saja yang karam ditelan samudera.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari Naval News, KRI Nanggala adalah kapal selam keempat yang dinyatakan tenggelam dalam kurun waktu 21 tahun terakhir.

Tercatat, ada tiga kasus sebelumnya yang pernah terjadi dan memakan korban lebih banyak. Tak hanya itu, dari keempat kasus tenggelamnya kapal selam di dasar lautan penyebabnya sampai saat ini masih menjadi misteri.

Tragedi karamnya kapal selam militer pertama terjadi pada 2013 lalu. Delapan orang anggota Angkatan Laut Korea Utara tewas setelah kapal selam kelas Yono yang ditumpanginya hilang. Pemerintah Korea Utara (Korut) yang tertutup, tak menyebut di mana kapal selam yang usianya mencapai 56 tahun itu lenyap tak berbekas.

Kemudian, kapal selam ARA San Juan milik Angkatan Laut Argentina juga mengalami nasib yang sama pada 15 November 2017. 44 personel Angkatan Laut Argentina menjadi korban dalam peristiwa ini.

Seperti halnya KRI Nanggala 402, Kapal selam kelas TR-1700 Angkatan Laut Argentina itu juga merupakan produk buatan Jerman.Setelah dilakukan operasi pencarian dan evakuasi selama 15 hari, kapal selam ARA San Juan dinyatakan hilang saat berada 270 mil (430 kilometer) dari pantau Teluk San Jorge, Argentina.

Kapal selam ARA San Juan lenyap saat berada dalam perjalanan menuju Pangkalan Angkatan Laut Mar del Plata dari Ushuaia, usai menjalani latihan penyelamatan. Setelah setahun menghilang, bangkai kapal selam ARA San Juan ditemukan oleh kapal milik perusahaan swasta Ocean Infinity di wilayah selatan Samudera Atlantik, 16 November 2018.

Yang paling mengerikan tentunya adalah pada saat kapal selam Angkatan Laut Rusia (VMF), Kursk K-141 hilang di Laut Barents, 12 Agustus 2000.

Sekitar pukul 11.28 waktu Rusia, terjadi ledakan di kapal selam yang diproduksi pada 1990 itu. Ledakan terjadi saat kapal selam Kursk K-141 akan menembakkan rudal torpedo. Sekitar 135 detik setelah ledakan pertama, terjadi lagi ledakan kedua yang memiliki daya ledak setara dengan 100-250 TNT.

Akibat ledakan itu, sebuah lubang besar menganga di lambung kapal. Tak hanya itu, 118 personel Angkatan Laut Rusia yang merupakan awak kapal selam Kursk K-141 tewas dalam peristiwa itu.

Namun demikian, ada 23 orang yang selamat dari insiden itu. Informasi ini didapat dari seorang perwira Angkatan Laut Rusia, Letnan Dmitri Kolesnikov. Dalam proses pencarian, tim evakuasi yang berasal dari Rusia dan Norwegia menemukan 24 mayat di kompartemen ke-9 ruang turbin di buritan kapal. Sementara, 94 korban lainnya tak ditemukan.