Ini 3 Tempat Wisata di Jakarta yang Ikut Uji Coba Pembukaan Saat PPKM Level 3

·Bacaan 2 menit
Warung-warung yang ada di Kawasan Wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan terlihat tutup, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Hal ini menyusul instruksi Gubernur DKI Jakarta yang menutup sejumlah lokasi wisata selama 14 hari kedepan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Seksi Pengawasan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan menyatakan, terdapat tiga tempat wisata di Ibu Kota yang diizinkan menggelar uji coba pembukaan saat PPKM Level 3.

Adapun Taman Mini Indonesia Indah atau TMII di Jakarta Timur, Setu Babakan di Jakarta Selatan, dan Ancol di Jakarta Utara.

"Jadinya (yang ikut uji coba pembukaan tempat wisata) TMII, Ancol, sama Setu Babakan," kata Iffan saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Menurut dia, dalam pelaksanaan uji coba selama PPKM Level 3, pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi sebagai langkah secrening atau penyaringan pengunjung.

Sebab pengunjung yang datang minimal telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

"Yang penting pengunjung sudah punya aplikasi PeduliLindungi," ungkap Iffan.

TMII Bersiap

Kepala Humas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Adi Widodo menyatakan rencana uji coba pembukaan tempat wisata di TMII dilakukan pada 17 September 2021.

TMII merupakan salah satu dari 20 tempat wisata yang direkomendasikan untuk uji coba saat pelaksanaan PPKM level 3.

"Uji coba akan dilakukan tanggal 17 September setelah selesai proses penilaian CHSE. Sejak tanggal 13-16 September sedang dilakukan penilaian untuk mendapatkan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf," kata Adi saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Lanjut dia, TMII sudah memiliki sertifikat CHSE namun saat ini sedang dievaluasi yang dilakukan setiap tahunnya dan nantinya dapat diperpanjang. Nantinya, saat uji coba berlangsung pengunjung harus menaati protokol kesehatan yang ada.

Lalu, anak di bawah umur 12 tahun dilarang mengunjungi TMII. Pengunjung juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

"Kapasitas yang diizinkan 25 persen, hingga dapat menampung 15 ribu pengunjung," ucapnya.

Sedangkan untuk tiket dapat diakses pengunjung secara online atau di loket yang disediakan. Kemudian Adi menyatakan belum semua wahana dibuka untuk pengunjung.

"Yang dibuka saat ini taman burung, taman reptilian komodo dan kereta gantung. Anjungan daerah hanya sebatas halaman, untuk rumah adat belum dibuka," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel