Ini 35 Titik Rawan Bencana di Tangerang Selatan

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan mencatat 35 titik lokasi rawan bencana di wilayah itu. Mereka meningkatkan kewaspadaan di titik-titik itu, terlebih ketika menghadapi perubahan cuaca seperti saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Tangsel Uci Sanusi, menerangkan kerawanan bencana di Tangsel umum memang disebabkan perubahan cuaca, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.

"Kita masih mengacu pada data sebelumnya, ada 35 titik rawan bencana di Tangsel," jelas Uci, Rabu (21/9).

Titik Banjir dan Longsor

Bencana banjir, kata Uci, sebarannya meluas ke hampir seluruh wilayah kecamatan di Tangsel. Titik terbanyak ada di wilayah kecamatan Pondok Aren.

"Sebarannya di perumahan Pondok Maharta, Pondok Kacang Prima, Vila Mutiara, komplek Payung Mas, Vila Dago Tol, dan beberapa wilayah lain," jelas dia.

Sementara wilayah rawan longsor tersebar di wilayah Kecamatan Setu, Serpong dan Pamulang. "Ada satu titik di dekat kali Pesanggrahan, Cirendeu, di Kecamatan Ciputat Timur," jelasnya.

Siapkan Personel dan Peralatan

BPBD Tangsel bersama seluruh personel yang dimiliki mengaku selalu siap siaga menolong masyarakat terdampak bencana. Selain personal resmi, kesiapsiagaan bencana juga dibantu tim relawan.

"Kita ada 16 wilayah kelurahan tangguh bencana, di lokasi kelurahan tersebut kita siapkan warganya tanggap dan bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di sekitarnya," jelas dia.

Untuk sarana prasarana kesiapsiagaan, kata Uci, pihaknya terus menambah jumlah perahu karet yang digunakan personel lapangan dan relawan dalam mengevakuasi warga.

"Dari 12 perahu karet kita, 9 unit siap, sisanya tidak berfungsi seperti bocor dan lainnya. Tapi kita juga dibantu Satpol PP, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup setiap kali melakukan upaya evakuasi," jelas dia. [yan]