Ini 4 Cara Menyusun Target Keuangan yang Realistis

VIVA
·Bacaan 3 menit

VIVA – Ketika memasuki tahun baru 2021, seperti biasa, hampir semua orang pasti membicarakan soal resolusi di tahun ini. Ditambah dengan banyaknya kejadian yang tidak diharapkan, namun terjadi pada tahun 2020, tahun ini bisa jadi harapan besar untuk memiliki resolusi yang muluk-muluk.

Sudah satu bulan berjalan, apakah Anda masih mengingat resolusi yang Anda bicarakan pada malam pergantian tahun baru kemarin? Bila samar-samar, atau tidak mengingatnya, lebih baik kita sepakati di sini, kalau tahun ini kita jalani dengan resolusi yang realistis, yaitu terhindar virus dan selalu sehat, serta memiliki keadaan finansial yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Bicara soal target keuangan yang realistis, maka target yang dicapai bukan berarti langsung mendapatkan pendapatan 2 digit atau naik 2 kali lipat dari sebelumnya, ya.

Namun, dengan cara mengatur target finansial dari awal, melihat keadaan keuangan, buat rentang waktu dan deadline untuk mewujudkannya dan masih banyak lagi, yang akan dibahas secara lengkap di bawah ini:

Atur Target

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur target apa saja yang ingin Anda raih tahun ini. Apa yang ingin Anda lakukan? Berbisnis? Menikah? Meneruskan hobi? Menggendutkan tabungan? Atau ingin membeli motor baru? Cobalah tanya kepada diri Anda sendiri.

Jika Anda sudah tahu apa yang ingin dicapai di tahun ini, kalkulasikan bujet Anda. Misalnya, pendapatan Anda saat ini Rp5 juta setiap bulannya, dan Anda ingin membeli motor baru seharga Rp18 juta, kurang lebih Anda harus menyisihkan uang Rp1,5 juta setiap bulannya agar target Anda membeli motor bisa tercapai.

Lakukan Perhitungan Rinci

Setelah Anda menentukan target, selanjutnya Anda harus memeriksa keadaan keuangan Anda dengan rinci. Coba sediakan notebook atau buat sebuah dokumen berupa Word atau Excel yang dapat merinci pengeluaran Anda, dari dasar seperti makanan, kos atau kontrakan, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

Setelah itu, Anda akan tahu berapa sisa uang yang Anda bisa tabung untuk mencapai target. Jika di atas dituliskan Anda harus menyisihkan uang Rp1,5 juta untuk mendapatkan motor seharga Rp18 juta, namun kenyataanya Anda hanya bisa menyisihkan Rp1 juta untuk menabung, pilihannya cuma 2; apakah Anda mau downgrade motor atau apakah Anda berusaha untuk mencari sampingan agar bisa mendapatkan uang Rp500 ribu setiap bulan? Jawabannya ada pada diri Anda sendiri.

Periksa Keuangan di Tahun Sebelumnya

Memeriksa keuangan di tahun sebelumnya memang sulit, apalagi kalau Anda tidak memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran setiap bulannya. Namun, hal ini bertujuan untuk melihat pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, supaya tidak Anda ulangi pada tahun ini.

Jika Anda tidak bisa memiliki data keuangan di tahun 2020, Anda bisa lihat keuangan Anda pada 1 hingga 3 bulan ke belakang saja. Anda bisa meminta bank untuk mencetak rekening koran. Setelah itu, lihat pengeluaran apa saja yang bisa Anda hemat pada tahun ini.

Biasanya, pengeluaran ini berupa order makanan online, membeli baju baru, membeli voucher game dan lain sebagainya.

Manfaatkan aplikasi Pinjaman Uang Online

“Mengapa harus memanfaatkan aplikasi pinjaman uang online? Bukannya meminjam uang malah akan menghambat kita untuk menabung, ya?”

Dalam menggapai impian, Anda juga harus kreatif mengejarnya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan aplikasi pinjaman uang online.

Misalnya, Anda memiliki kesulitan dalam menabung, Anda bisa membeli barang impian Anda melalui aplikasi pinjaman uang online dari Kredivo, dengan bunga rendah hanya 2,6% per bulan dan cicilan hingga 12 bulan. Dengan cara ini, setiap bulannya Anda sudah memiliki tagihan yang harus dibayarkan.

Atau Anda bisa memanfaatkan aplikasi pinjaman uang online untuk melancarkan cashflow Anda, misalnya Anda tiba-tiba jatuh sakit atau ada keperluan mendadak, Anda bisa menggunakan aplikasi pinjaman uang online dari Kredivo tanpa harus membongkar tabungan yang sudah Anda kumpulkan selama ini.

Namun, utang bagaikan pisau bermata dua. Jika Anda tidak bisa mengatur keuangan Anda, aplikasi pinjaman uang online yang bisa mencelakakan Anda kembali. Oleh karena itu, bijaklah berutang dengan menggunakan utang tidak lebih dari 30% pendapatan Anda setiap bulannya.

Selamat mencoba!