Ini 4 Kemampuan Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh Robot di Dunia Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Perkembangan teknologi digital dinilai bakal menggantikan peran manusia, termasuk di dunia kerja. Namun, ada beberapa peran dari manusia yang tak bisa digantikan oleh teknologi.

VR Group HR Emtek, Pieter Andrian menyadari, adanya potensi tenaga kerja manusia digeser oleh robot atau AI. Apalagi, pekerjaan robot belakangan ini dinilai membuat pekerjaan menjadi lebih konsisten.

"Ada perubahan yang eksponensial, manusia bisa kalah sama AI, sama robot misalnya, kita bisa istilahnya berkompetisi dengan mereka karena memiliki human only traits," ujar dia dalam Emtek Career Festival, Kamis (4/8).

Menurutnya ada 4 kategori yang dimiliki manusia dan tak ada di AI. Yakni kemampuan emosi, imajinasi, kreativitas, hingga etika. Keempatnya diterjemahkan dalam Emotional Quotient (EQ), Intelligence Quotient (IQ), Spiritual Quotient (SQ), hingga Execution Quotient (XQ).

Keempat hal ini menjadi penting untuk dimiliki, khususnya di dunia kerja yang terus berkembang kedepannya. Pieter mengisahkan, pada masa kerja beberapa tahun lalu, masih bisa calon pekerja memiliki satu saja diantara empat aspek tersebut.

"Kalau sekarang tidak cukup, minimal punya empat-empatnya. Inilah science of being awesome in workplace," terangnya.

Pieter mengungkap sebagaimana yang diterapkan dalam iklim kerja di Emtek Group, modal awalnya adalah EQ. Dari sini, akan menjadi stimulasi untuk bisa meningkatkan IQ, SQ, dan akhirnya menetukan tindakan sebagai cerminan XQ.

"Dan ada poin tambahan yaitu AQ atau resilience, untuk jadi lima sempurna, kalau ini tak punya tak apa-apa, minimal punya empat," ujar dia.

Rahasia Tingkatkan Kualitas Dini: Jangan Menyalahkan BOSS

kualitas dini jangan menyalahkan boss
kualitas dini jangan menyalahkan boss.jpg

Lebih lanjut, Pieter mengatakan, salah satu yang paling penting adalah berpegang pada satu prinsip. Yakni 'Jangan menyalahkan BOSS'.

BOSS disini merupakan singkatan dari Barang, Orang, Situasi, dan Segala sesuatu. Menurutnya, empat hal ini bukan jadi objek yang bisa disalahkan terkait dengan kinerja di dunia kerja.

"Sadar diri yang penting, kekuatannya apa, kelemahannya apa, apasih yang jadi passion kita, itu kita sadar diri, kita tahu apa sih yang mau kita lakukan kedepannya," bebernya.

Dengan berpegang pada 'Jangan menyalahkan BOSS', itu bisa jadi bukti penguasaan emosional. Artinya, ada kendali diri atas emosi dalam menjalani pekerjaan.

"Begitu kita nyalahin BOSS berarti kita tak lulus EQ pasti kita tak masuk kriteria berikutnya. Kalau kita tak nyalahin BOSS, itu berkembang, IQ berkembang, SQ berkembang, dan bisa ambil tindakan," terangnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel