Ini 4 Tips Sebelum Anda Tekuni Bisnis Jastip

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Penurunan angka pengidap Covid-19 di Tanah Air disambut baik oleh masyarakat. Pasalnya, beberapa aktivitas masyarakat bisa kembali dijalankan, seperti traveling.

Tak hanya berwisata, ada beberapa dari mereka menekuni bisnis jasa titip (jastip) sebelum pandemi. Yap, bisnis satu ini dinilai sangat menjanjikan. Pasalnya, seseorang tetap bisa berjalan-jalan dan menghasilkan cuan. Banyak lho yang memanfaatkan jasa ini untuk membeli barang atau produk tertentu. Nah, bila kamu ingin memulai bisnis ini, berikut tips yang bisa kamu jalankan.

Mulai dari kuota kecil

Memulai sesuatu yang besar memang harus dari hal kecil dulu. Sebelum bisnis kamu menjadi semakin besar, lakukan ini sebatas hobi saja. kamu bisa memulai saat pergi liburan yang terencana. Misalnya, kamu pergi ke negara-negara dengan banyak oleh-oleh yang dicari oleh banyak orang Indonesia, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Cari tahu sebelum membeli

Setiap negara pasti punya oleh-oleh khas, tapi kadang cuma bisa kamu dapatkan di kota-kota tertentu saja.Kumpulkan segala macam informasi tentang barang-barang dari kota-kota tujuan wisata supaya kamu tahu apa yang akan dibeli di sana.

Sebaiknya, tidak melayani barang yang tidak akan ditemukan dalam perjalanan kamu. Selain menguras waktu, kamu pun akan mengeluarkan uang yang banyak untuk menambah biaya transportasi di sana.

Pilih jenis produk

Semakin banyak barang yang bisa dititipkan, semakin repot nantinya. Karena itu, kamu juga harus mulai dengan barang-barang spesifik yang sesuai dengan target pasar.Jika memang teman-teman kamu suka dengan kosmetik, pilihan jastip kosmetik yang memang digemari. Sebaliknya, pilih jastip barang-barang mainan dari Jepang jika banyak teman dekat kamu suka dengan itu.

Gunakan ekstra baggage

Banyak maskapai yang memberikan free baggage allowance untuk setiap penerbangannya hingga maksimal 20 kg. Namun, kapasitas tersebut kadang terasa kecil saat kamu sedang menjalani bisnis jastip di luar negeri. Jangan lupa, kamu pun harus membawa barang-barang bawaan kamu sendiri untuk tinggal beberapa hari di tempat wisata.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel