Ini 5 Tanda Jika Mentalmu Sudah Dewasa

Syahdan Nurdin, wowmenariknya02
·Bacaan 2 menit

VIVAMental yang dewasa belum ditentukan oleh usia seseorang. Banyak orang di luar sana yang usianya mungkin jauh di usia kita namun mentalnya masih seperti anak-anak. Banyak hal yang memepengaruhi hal tersebut. Mulai dari lingkungan, cara didik orang tua, dan lain sebagainya.

Nah, di bawah ini ada beberapa tanda yang menunjukan bahwa mentalmu sudah dewasa. Kamu sudah termasuk atau belum?

1.Tidak Menghiraukan Hal Sepele

Jika mentalmu sudah dewasa, kamu akan tahu mana yang lebih penting untuk dipikirkan. Kamu memiliki hal besar yang penting untuk hidupmu. Jika ada satu atau banyak hal yang mengganggumu namun kamu tahu jika itu tidak terlalu berpengaruh, kamu akan memilih untuk tidak menghiraukannya.

Tidak menghiraukan sesuatu memang sulit, namun jika mentalmu sudah dewasa, fokusmu sudah bukan lagi pada hal-hal remeh yang tidak ada gunanya.

2. Tidak Asal Bicara

Kemajuan sosial media memang sangat memudahkan, apalagi dalam menyatakan pendapat. Jika mental seseorang sudah dewasa, mereka cenderung jarang mengomentari hal-hal yang tidak penting. Daripada mengomentari sesuatu yang tidak mempengaruhi hidupmu, lebih baik berpendapat secara kritis pada hal-hal positif.

Seseorang yang sudah dewasa secara mental juga akan secara otomatis menjaga kata-katanya agar tidak merugikan dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

3. Memiliki Empati

Seseorang bisa dikatakan dewasa jika dia mampu memahami posisi orang lain. Mereka biasanya tidak akan menghakimi sebelum tahu apa permasalahan yang sedang dihadapi. Jika kamu ingin mentalmu disebut dewasa, cobalah untuk rendah hati mengerti posisi orang lain.

4. Menerima Rasa Sakit

Seseorang tentu tidak ingin mengalami rasa sakit. Apalagi jika rasa sakit ini akibat orang lain. Tapi mentalmu akan disebut dewasa dari cara bagaimana kamu menerima rasa sakit tersebut. Ubah pola pikirmu jika rasa sakit yang kamu terima adalah tanda bahwa kamu memang kuat untuk menerima dan menghadapinya.

Pastikan juga jangan sampai melampiaskan rasa sakitmu pada orang lain. Jangan sampai kamu menyakiti orang lain hanya karena kamu ingin mereka merasakan hal yang sama.

5. Tidak Menuntut Kebahagiaan dari Orang Lain

Berhentilah untuk berpikir bahwa kebahagiaanmu bergantung pada orang lain. Hidupmu adalah tanggung jawabmu. Kamu sendiri yang tahu bagaimana cara membuat dirimu sendiri bahagia. Jika kamu terus berharap pada orang lain, rasa kecewa saat harapan tersebut tak terwujud akan sangat menyakitkan. Untuk itu, cobalah sedikit demi sedikit membahagiakan diri sendiri untuk menghargai dirimu yang sudah berjuang hingga saat ini.