Ini 8 Kekuatan Cakra yang Ditemukan Letjen TNI Besar di Kostrad

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 5 menit

VIVA – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Tentara Nasional Indonesia (TNI) patut berbangga pernah dipimpin seorang jenderal yang memiliki cinta yang tak main-main kepada korps baret hijau.

Ya dialah Panglima Kostrad TNI ke-40, Letnan Jenderal TNI, Besar Harto Karyawan atau Letjen TNI Besar HK.

Selama 21 tahun hidup dan berjuang bersama Kostrad, Letjen TNI Besar, tak pergi dengan tangan hampa. Tapi meninggalkan sebuah karya besar yang berguna bagi prajurit Kostrad.

Karya besar tentang pengungkapan arti di balik lambang Cakra pada Kostrad tersebut telah dituangkannya dalam sebuah buku berjudul '8 Kekuatan Cakra'.

Nah, karena isi buku sangat berguna bagi prajurit TNI, khusus Kostrad, VIVA Militer di edisi Sabtu 14 November 2020, menampilkan rangkuman besar dari isi buku tersebut, inilah isinya yang ditulis Letjen TNi Besar dilansir dari Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Kodiklat TNI AD.

'Buku ini diciptakan dari hasil sebuah renungan dan pemikiran dari Letjen TNI Besar Harto Karyawan, yang sekarang menjabat sebagai Danpussenif Kodiklatad, isi buku ini tentang arti nilai-nilai kehidupan kita sebagai manusia.

Manusia sendiri diciptakan sempurna dari seluruh jenis makhluk hidup yang Tuhan ciptakan, manusia mempunyai akal dan pikiran yang menjadikannya mampu menjadi pengendali dalam kehidupan semesta ini.

Maka dari pada itu, digalilah seluruh potensi yang ada pada diri seorang manusia. Namun tentunya dengan akal yang diberikan Tuhan sangat terbatas untuk mengetahui apa yang bisa dilihat secara kasat mata hingga hanya bisa disadari secara intuisi belaka.

Kehidupan manusia selayaknya roda yang selalu berputar, derajat kehidupan terkadang di atas maupun dibawa dan akan selalu berputar secara kontinyu tanpa henti sampai dengan akhir hidup manusia itu sendiri. Kemudian disadari bahwa kehidupan kita selayaknya sebuah cakra.

Cakra ini sendiri merupakan sebuah kepercayaan yang berasal dari dunia bagian timur yang seiring berjalannya waktu dan perkembangannya ilmu pengetahuan yang pada akhirnya cakra ini bisa diterima oleh seluruh belahan dunia ini.

Pada filosofinya cakra ini adalah 8 titik pada tubuh non fisik pada manusia yang berpusat di dalam atau di permukaan tubuh fisik. Kata cakra sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar, cakra ini adalah pintu energi yang memompa energi kotor keluar dari tubuh dan menggantinya dengan energi baru yang bersih.

Sehingga cakra akan mempengaruhi psikologi tubuh dalam hal emosional dan menumbuhkan tingkat kesadaran agar selalu mempersiapkan diri untuk tidak larut dalam kebahagiaan maupun kesedihan yang kita alami.

Karena sejatinya kehidupan yang kita jalani berjalan secara dinamis, perubahan dan perkembangannya selalu terjadi dan kembali lagi kepada individu yang menjalaninya, karena waktu selalu berjalan maju dan tidak akan pernah berjalan mundur.

Hal ini harus kita sadari bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan, terkadang kehidupan menyeret manusia dalam kesulitan namun selalu ada kesempatan untuk kembali ke posisi atas, oleh karena itu hidup ini harus dijalani dengan sikap waspada dan ingat selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tahap awal kehidupan manusia dimulai sedari masa di dalam kandungan hingga terlahir ke dunia ini, Tuhan membekali manusia dengan aspek jasmani dan rohani yang di mana di dalam aspek rohani tersebut, tertanam kekuatan cakra.

Pada saat bayi dilahirkan hal yang pertama terjadi adalah menangis dengan maksud dan tujuan untuk berkomunikasi sebagaimana kita telah keluar dari zona nyaman di dalam kandungan ibu hingga pada saatnya harus berinteraksi dengan lingkungan baru di dunia ini.

Di kala bersentuhan dengan di dunia luar, menghadapi perubahan suhu. Pada tahap selanjutnya dengan kekuatan cakra ini kita dapat mengumpulkan berbagai informasi yang akan direkam dalam memori otak kita sendiri.

Kekuatan cakra yang ada dalam diri kita ini mendorong kita agar terus menerus belajar, memahami proses kehidupan, mempelajari sesuatu dengan menggunakan panca indera, menggunakan insting akal dan naluri yang ada dalam diri kita sendiri dan seterusnya hingga menjadi seorang yang dewasa kemudian menghasilkan keturunan sebagai generasi penerus.

Sampai pada akhirnya kita akan Kembali kepada sang pencipta dan mempertanggungjawabkan kualitas baik buruknya cakra kita, antara pahala dan dosa yang menentukan kehidupan kelak di akhir zaman.

Cakra sebagai perwujudan karakter, kepribadian dan jati diri yang mana kepribadian adalah karakteristik sifat yang muncul dalam perilaku tanpa adanya penilaian moral, mendeskripsikan tentang sifat seseorang.

Kepribadian akan berkembang menjadi sebuah karakter seiring dengan kemampuan logika berfikir. Memang tidak mudah melakukan perubahan karakter pada seseorang yang sudah dewasa.

Namun dengan diberikannya pengaruh doktrinisasi secara langsung melalui Pendidikan dan pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Seseorang yang kepribadiannya mudah marah, tersinggung, dan iri hati akan berubah sifatnya seiring dengan diolahnya kemampuan logika dalam berfikir dan menerima ilmu akan norma, sopan santun, etika dan sifat tenggang rasa.

Oleh karena itu, hal ini wajib dipahami agar mampu mengembangkan kekuatan cakra yang terdapat dalam hatinya menuju karakter yang kuat, berkepribadian baik serta jati diri yang kokoh untuk dapat memainkan peran dan profesinya masing-masing.

Inilah 8 kesimpulan dari kekuatan Cakra Kostrad:

1. Niat yang baik, tulus dan ikhlas

Niat adalah fondasi dasar dalam bekerja dan melakukan semua kegiatan, karena pada dasarnya niat berasal dari lapisan hati manusia yang paling tulus dan ikhlas.

2. Sikap dan perilaku

Sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri dengan perilaku yang baik tulus secara terus-menerus dan berulang-ulang akan menjadikan karakter yang bermartabat tinggi.

3. Pancaran mata

Cara berkomunikasi non visual yang memancarkan semangat penuh percaya diri serta mampu mengeluarkan aura kewibawaan yang kuat dan berkharisma.

4. Komunikasi

Komunikasi dapat dimaknai sebagai jalannya proses di mana seseorang maupun sekelompok orang menciptakan serta menggunakan sejumlah informasi agar saling terhubung dengan lingkungan sekitar.

5. Kesiagaan

Agar selalu siap menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang mungkin timbul setiap saat

6. Daya imajinasi

Memiliki pikiran yang bersih, aktif, positif serta percaya diri sehingga mampu membaca situasi, memprediksi hal yang kemungkinan akan terjadi serta kreatif untuk mencari alternatif solusi dan jalan keluar dari permasalahan.

7. Keputusan

Cara menggunakan potensi otak yang diselaraskan dengan hati nurani disertakan niat yang baik sehingga melahirkan tindakan dan opini Reaksi terhadap solusi yang dilakukan dengan tindakan dan opini kemudian menganalisa kemungkinan-kemungkinan serta konsekuensinya hingga mampu memecahkan suatu permasalahan.

8. Keyakinan

Merupakan inti dari kualitas tanggung jawab seseorang yang terlibat dari rasa percaya diri, antusiasme dan optimisme.’

Baca: Nasib Baik Prajurit TNI Pembuat Video Rizieq Shihab Usai Diborgol PM