Ini Alasan Astronom Barat Jadikan Nabi Muhammad SAW Teladan Dunia

Lazuardhi Utama, Editor Republika
·Bacaan 2 menit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nabi Muhammad SAW tidak hanya teladan bagi umat Islam tetapi juga dunia. Pengakuan ini bahkan pernah disampaikan astronom dan cendekiawan Barat Michael H Hart, dalam The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History.

"Michael H Hart mengakui bahwa Nabi Muhammad bukan hanya pemimpin akhirat tapi juga dunia," kata Pemimpin Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Quran Bandung, Ustaz Teguh Turwanto, saat menyampaikan tausiyah virtual dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kamis, 29 Oktober 2020.

Ustaz Teguh Turwanto, menyampaikan bahwa pada 1978 dunia dikejutkan dengan buku berjudul The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History karya Michael H Hart. Buku ini membahas 100 orang yang dianggap sebagai orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah umat manusia.

Penulisnya adalah seorang astronom asal Amerika Serikat, Michael H Hart. Yang membuat terkejut, Michael H Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada urutan pertama mengalahkan semua pembawa agama, ilmuwan, dan pemimpin manapun di dunia.

“Hal yang lebih mengejutkan lagi bahwa dia sendiri adalah seorang Nasrani," katanya. Ustaz Teguh menuturkan, bahwa Michael H Hart merupakan seorang ahli sejarah sekaligus penulis buku tersohor dari Amerika Serikat yang pernah bekerja sebagai guru besar astronomi dan Fisika di Universitas Maryland AS.

Selain itu, dirinya pernah bekerja pada NASA (di Indonesia kita kenal LAPAN), sebuah lembaga riset ilmu pengetahuan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa.

"Dari segi pengalaman maupun keilmuan tentu kita tidak bisa meragukan kualitasnya," katanya. Banyak kontribusi dan karya besar yang telah dia hasilkan sepanjang hidupnya.

Di antara karyanya yang monumental dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa adalah The 100 yang menerangkan tokoh-tokoh berpengaruh sepanjang sejarah.

Mengenai Nabi Muhammad SAW, Michael H Hart menerangkan dua hal pokok yang mendasari penempatan Muhammad di posisi satu. Pertama, Rasulullah memiliki peranan penting bagi pengembangan Islam ketimbang Nabi Isa AS dengan Nasrani.

Meskipun Isa AS bertanggung jawab penuh akan ajaran moral dan akidah Nasrani, namun penyebarannya lebih banyak dilakukan St Paul tokoh utama penyebar teologi Kristen.

Kedua, Nabi Muhammad SAW bukan saja pemimpin agama tetapi pemimpin dunia. Fakta menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan politik Rasulullah selalu berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.