Ini Alasan Banyak Orang Benci dengan 'Emak-emak'

Dian Lestari Ningsih, voxpopid
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masturbasi bisa membuat tubuh perempuan seperti emak-emak, tentu itu hanya mitos karena tidak ada penelitian yang membuktikan demikian. Namun, pertanyaannya adalah kenapa membenci tubuh emak-emak? Setelah googling, emak-emak digambarkan sebagai perempuan paruh baya yang bertubuh besar.

Mereka juga digambarkan sebagai perempuan yang cerewet, mudah marah dan sering berulah, serta riasan yang berlebihan. Tapi kalau googling ‘mamah muda’, gambar yang muncul adalah perempuan muda, bertubuh kecil, kulit putih, dan tampak bahagia bahkan setelah memiliki anak. Jelas, masyarakat kita menunjukkan ketidaksukaan terhadap gambaran emak-emak.

Ketidaksukaan terhadap gambaran stereotip emak-emak menunjukkan bahwa masyarakat kita memiliki kebencian dan prasangka terhadap orang bertubuh besar alias fatphobia. Rasa tidak suka itu cenderung ditujukan kepada perempuan. Sedangkan lelaki yang bertubuh besar dinormalisasi – dianggap lelaki yang hidup berkecukupan bahkan makmur.

Kebencian itu karena emak-emak dianggap tidak mengikuti standar kecantikan yang diciptakan oleh patriarki. Perempuan tersebut mungkin memiliki fokus kehidupan yang berbeda, yaitu bekerja, memastikan anak bisa makan dan sekolah, serta memastikan rumahnya dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan. Tak ada waktu memikirkan standar kecantikan yang eksploitatif.

Maka, tak jarang emak-emak juga digambarkan sebagai perempuan tua yang sering bolak-balik ke pasar atau antar jemput anak ke sekolah, meskipun yang bekerja di kantor tak luput dari sebutan tersebut. Bahkan, perempuan-perempuan paruh baya yang tampak memiliki kehidupan sosialita kadang dipanggil dengan sebutan emak-emak. Begitu juga dengan ibu-ibu yang mempertahankan rumahnya dari penggusuran.

Berbeda dengan mama muda yang digambarkan sebagai perempuan lemah lembut dan rapuh, serta mengikuti standar kecantikan yang diciptakan patriarki agar pemilik modal bisa menjual produknya dan meraup keuntungan dari rasa tidak percaya diri tersebut.

Stereotip mama muda juga hasil dari objektifikasi oleh budaya patriarkal yang menuntut perempuan untuk bisa tampil ‘cantik’ sambil mengemban beban-beban domestik. Emak-emak juga harus menghadapi tekanan sosial dan beban domestik, tapi bedanya mereka digambarkan tampak lusuh dan mudah marah.

Selain stereotip yang sama-sama diciptakan oleh patriarki sebagai pembeda antar perempuan yang diinginkan dan tidak diinginkan, kedua stereotip itu memiliki kesamaan, yaitu perempuan yang telah berhubungan seksual (budaya patriarki masih melihat perempuan yang telah menikah dan memiliki anak adalah orang yang pernah berhubungan seksual).

Lantas, kenapa ada mitos yang bilang bahwa tubuh perempuan bisa berubah menjadi seperti emak-emak kalau bermasturbasi? Kenapa tidak bilang nanti akan berubah seperti mamah muda?

SUMBER ASLI