Ini Alasan Gubernur NTT Kukuh Naikkan Tarif Masuk Pulau Komodo Jadi Rp3,75 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menaikkan tarif masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar, menuai protes masyarakat maupun pelaku usaha. Namun, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bergeming, kebijakan itu tetap akan diberlakukan pada Agustus mendatang.

Viktor menegaskan, langkah menaikkan tarif itu demi keberlangsungan habitat komodo. Dia tidak ingin binatang purba itu menjadi jinak karena terus diberi makanan. Spesies khas NTT ini harus dibiarkan liar di alamnya.

"Kalo diberikan makanan terus, suatu saat akan datang atau 100 tahun lagi komodo bisa ditarik dan dibawa jalan-jalan seperti anjing. Nanti lama-lama bisa jadi sate," ucapnya.

Jangan Datang jika Tak Mampu

Dia mencontohkan ikan lele yang juga merupakan binatang purba, kini bisa dikonsumsi karena terus dipelihara dan dikembangbiakkan. "Lele itu kan binatang purba tapi karena dipelihara maka sekarang bisa kita makan. Kita tidak ingin seperti itu," tegasnya.

Viktor mengakui banyak kalangan yang meributi kenaikan tarif itu dengan alasan tidak mampu. Menurutnya, orang tidak mampu sebaiknya mengurungkan niat ke Pulau Komodo.

"Banyak yang ribut dan tanya 'bagaimana dengan kami yang tidak mampu?' Saya bilang jangan datang tambah lagi, kami sudah banyak, orang NTT banyak yang tidak mampu. Jadi jangan datang tambah lagi," ujarnya.

Didasarkan pada Kajian

Ia menegaskan pembatasan wisatawan ke Pulau Komodo dilakukan agar habitat binatang purba itu tetap terjaga hingga generasi mendatang. "Kita tidak ingin komodo itu jinak, komodo harus liar. Tarif itu hasil kajian dan riset dari berbagai universitas dalam bidang-bidangnya, bukan kami memutuskan sendiri," jelasnya, Senin (11/7).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Pusat bersepakat menetapkan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar di Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp3.750.000 per orang. Tarif baru ini berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Kebijakan itu diambil setelah dilakukan kajian teknis tim ahli lingkungan dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia, bahwa ditemukan penurunan nilai jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Karena itu, konservasi harus dilakukan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel