Ini Alasan Kuba Terima Permintaan Suaka Snowden  

TEMPO.CO, Havana - Kuba bergabung dengan negara-negara Amerika Latin yang menerima permohonan suaka kepada pembocor rahasia Amerika Serikat, Edward Snowden. Dukungan itu disampaikan Presiden Raul Castro dalam pidato di hadapan Majelis Nasional Kuba kemarin.

"Kami mendukung hak kedaulatan Venezuela dan seluruh negara di kawasan untuk memberikan suaka bagi mereka yang diadili karena memperjuangkan hak-hak demokratis," kata Castro.

Venezuela dan Bolivia telah mengajukan tawaran suaka kepada Snowden pekan lalu. Nikaragua juga menyatakan tengah mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun, belum jelas apakah Kuba akan menawarkan pelarian atau jalan aman bagi Snowden untuk mencapai negeri itu.

Sementara itu, salah satu anggota parlemen Rusia mendorong Snowden untuk menerima tawaran suaka Venezuela. Alexei Pushkov, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Rusia, lewat akun Twitter-nya menulis, "Venezuela menanti jawaban Snowden. Ini mungkin kesempatan terakhir baginya untuk mendapatkan suaka politik."

Sabtu pekan lalu, Menteri Luar Negeri Venezuela Elias Jaua mengatakan negaranya belum berhasil menghubungi Snowden, yang disebut-sebut masih berada di wilayah transit Bandar Udara Sheremetyevo, Moskow, sejak tiba dari Hong Kong dua pekan lalu. Snowden tidak bisa ke mana-mana lagi karena pemerintah Amerika Serikat mencabut paspornya. Selain Venezuela, ada 21 negara lain yang dimintai suaka oleh Snowden.

Pernyataan Pushkov mengindikasikan bahwa Kremlin sudah gerah dan ingin segera mengenyahkan mantan analis di badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), itu.

Untuk dapat melanjutkan perjalanan ke Amerika Selatan, Snowden memerlukan dokumen perjalanan serta cara untuk mencapai ke sana. Satu-satunya penerbangan komersial langsung dari Moskow adalah ke Havana, Kuba. Snowden sudah membeli tiket penerbangan pada hari setibanya dari Hong Kong, tapi ia tidak ada dalam penerbangan tersebut.

Penerbangan Moskow-Havana melintasi Eropa dan Amerika Serikat, yang bisa memperumit masalah. Sebelumnya, beberapa negara Eropa menolak Presiden Bolivia Evo Morales terbang di ruang udaranya sepulangnya dari Moskow pekan lalu karena curiga Snowden berada di dalam pesawat.

Pushkov berkelakar, jika Snowden tidak berhasil berlindung di Venezuela, "Dia harus tinggal dan menikahi Anna Chapman." Chapman adalah mantan model sekaligus mata-mata Rusia yang dideportasi dari Amerika Serikat pada 2010.

Via akun Twitter-nya, Chapman, 31 tahun atau satu tahun lebih muda dari Snowden, menulis, "Snowden, apakah kau mau menikah denganku?" Situs satiri Inggris, The Spoof, juga menulis sindiran atas lamaran itu seolah Snowden sedang mempertimbangkan lamaran Chapman.

Polandia kemarin menyatakan bergabung dengan sejumlah negara yang sebelumnya ikut menolak permohonan suaka Snowden. Beberapa negara yang sebelumnya menyatakan memberikan suaka buat Snowden antara lain India, Prancis, Italia, dan Brasil. Lewat akun Twitter-nya, Menteri Luar Negeri Polandia Radosaw Sikorski mengatakan negaranya menerima permohonan suaka Snowden, tapi tidak bisa mengabulkannya. Pasalnya, Polandia dan Amerika Serikat bersekutu.

REUTERS | TULSAWORLD | NATALIA SANTI

Berita Terpopuler Lainnya:

Beruang Salju Ini Hentikan Laju Kapal Raksasa 

Korupsi, Mantan Menteri Kereta Api Dihukum Mati 

Krisis Mesir, 42 Pendukung Morsi Tewas Ditembak 

Berhenti Merokok dengan Sangkar Burung 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.