Ini Alasan Mantan Karyawan MetroTV Unjuk Rasa di Kantor NasDem

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Sovi (Solidaritas Perempuan untuk Luviana) dan Aliansi Metro (Melawan Topeng Restorasi) menyatakan, pihaknya sengaja memilih berunjuk rasa di depan kantor Nasional Demokrat (NasDem) karena Surya Paloh berkantor di sana.

Surya Paloh adalah salah satu pendiri Ormas NasDem, Partai Nasdem, dan Media Group (Metro tv dan harian Media Indonesia). Media Group berkantor di Kedoya, Jakarta Barat.

Luviana sebelumnya pernah bekerja di Metro TV dan di-PHK.

"Surya Paloh berkantor di sini. Tanggal 5 Juni ketemu Surya Paloh dan berjanji akan mempekerjakan kembali juga di sini," ujar Luviana.

Aliansi Metro juga mengaku sudah mengantongi izin dari kepolisian berunjuk rasa di depan NasDem.

"Kalau tidak ada pemberitahuan polisi (kami) tidak akan datang. Kalaupun sebuah aksi, lalu tidak ada izinnya, polisi yang berhak membubarkan, bukan preman. Justru tadi polisi yang menghadang, ketika mobil kami hendak digulingkan dan dibakar," ujar Kustiah, koordinator Aliansi Metro (Melawan Topeng Restorasi) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.

Sebelumnya, NasDem mengatakan tidak bertanggung jawab atas kerugian dan kekerasan yang terjadi di depan kantornya.

"Aksi yang di depan itu tidak ada kaitanya dengan Garda Pemuda Nasdem maupun baret Nasdem," ucap Martin Manurung, Ketua Garda Pemuda Nasdem.

Dalam kekerasan tersebut tujuh orang anggota Aliansi Metro dan Sovi terluka. Sementara peralatan mereka rusak parah berikut mobil pick up mereka yang kacanya dipecahkan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.