Ini Alasan Mengapa Tentara AS Masih Bercokol di Suriah Hingga Kini

Merdeka.com - Merdeka.com - Amerika Serikat dua hari lalu melancarkan serangan udara ke instalasi infrastruktur milik organisasi terkait dengan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran di sebelah timur Suriah, Deir Ez-Zor.

Dikutip dari laman Aljazeera, Rabu (24/8), Kolonel Joe Buccino, juru bicara pusat komando Amerika Serikat di Suriah menyatakan serangan tersebut "penting untuk melindungi dan mempertahankan pasukan AS".

Sekilas keberadaan pasukan dan serangan AS atas beberapa wilayah di Suriah dapat menjadi penghalang bagi perdamaian di Suriah. Pertanyaan pun muncul apakah penting bagi AS untuk terus menempatkan pasukannya di Suriah?

Keterlibatan Amerika Serikat di Suriah pertama kali adalah untuk melawan kelompok militan ISIS. Tahun 2014 adalah kali pertama bagi Amerika Serikat untuk melancarkan serangan udara kepada beberapa instalasi militer ISIS di Suriah.

Meski keberadaan Amerika Serikat di Suriah ditunjukkan untuk menghentikan ISIS, namun di bawah Presiden Donald Trump, Amerika Serikat mulai untuk menyerang beberapa instalasi militer pemerintah Suriah, seperti pada tahun 2017 dan 2018 karena didorong insiden serangan kimia. AS turut berupaya melemahkan Suriah melalui pelatihan Pasukan Demokratik Suriah, kubu oposisi rezim Basyar al-Assad.

Serangan dan pelatihan militer yang dilakukan oleh AS memperkeruh situasi di Suriah. Sebab itu pemerintah Suriah dan Rusia (negara yang mendukung rezim al-Assad), meminta agar AS angkat kaki dari Suriah.

Dukungan AS untuk menarik diri dari Suriah turut disuarakan Turki sebab AS melatih organisasi yang dianggap Turki sebagai teroris, yaitu Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Meski demikian, AS tetap mempertahankan keberadaannya di Suriah.

Hingga hari ini Amerika Serikat menempatkan 900 tentaranya di Provinsi Hasakah dan Raqqa serta pangkalan militer al-Tanf.

Menurut Brett McGurk, koordinator Gedung Putih bagi Timur Tengah dan Afrika Utara, tujuan AS di Suriah adalah “untuk mengurangi kekerasan, mempertahankan tekanan pasukan ISIS, mengatasi krisis kemanusiaan Suriah, dan untuk mendukung Israel”.

Mzahem Alsaloum, pengamat Suriah, menyatakan “kehadiran Amerika juga penting untuk memotong jalur pasokan militer Iran dan penyelundupan senjata dari Irak. Jika pasukan yang didukung Iran mengambil al-Tanf, maka jalur langsung antara Teheran, Baghdad dan Damaskus akan terhubung.”

Hingga hari ini, AS masih menempatkan pasukannya di Suriah.

Bagi Amerika Serikat, adalah penting untuk menjaga keberadaan Pasukan Demokratik Suriah. Pertimbangan mengenai kondisi geopolitik pun tetap menjadi alasan utama, seperti untuk melindungi sekutunya di Timur Tengah, Israel.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]