Ini Alasan MUI Bolehkan Vaksin AstraZeneca Meski Mengandung Babi

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membeberkan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca mengandung babi dalam produksinya. Kendati demikian, MUI tetap memberikan fatwa halal bahkan membolehkan pemakaian vaksin tersebut pada masyarakat Indonesia.

"Vaksin produk AstraZeneca ini hukumnya haram karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi. Walau demikian, kedua, penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada saat ini hukumnya dibolehkan," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam, dalam konferensi pers virtual melalui kanal YouTube Kemkominfo TV, Jumat 19 Maret 2021.

Meski mengandung babi, ada beberapa alasan MUI tetap membolehkan pemberian vaksin yang diteliti oleh Oxford University itu. Pertama, kondisi darurat menjadi acuan pemakaiannya lantaran kebutuhan yang mendesak atau darurat syar’i.

Selanjutnya, Asrorun menuturkan sudah adanya penegasan para pakar terkait risiko dan bahaya apabila vaksinasi tak segera dilakukan. Beberapa pihak terkait antara lain Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, hingga produsen AstraZeneca. Termasuk juga mendengar masukan dari pihak Bio Farma.

Alasan ketiga, belum mencukupinya stok vaksin COVID-19 yang halal sehingga pemakaian AstraZeneca diperbolehkan. Kemudian, keempat, pemerintah pun sudah menjamin keamanan dalam penggunaannya.

Terakhir, pemerintah belum leluasa memilih jenis vaksin yang ada di dunia. Hal ini berkaitan pula dengan alasan ketiga, di mana produksi vaksin halal masih terbatas, baik itu di Indonesia dan secara global. Dengan alasan tersebut, Asrorun membolehkan pemakaian vaksin AstraZeneca.

"Umat Islam Indonesia wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity dan terbebas dari wabah COVID-19," tegas Asrorun.

Namun, kelima alasan itu bisa ditepis apabila terdapat produksi vaksin COVID-19 yang halal. Untuk saat ini, masyarakat diminta agar mematuhi imbauan pemerintah agar divaksinasi guna terlepas dari situasi pandemi.