Ini Alasan Pilkada Sulawesi Selatan Digugat

TEMPO.CO, Makassar - Tim hukum calon gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arif Sirajuddin mengajukan tiga materi pokok gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Selatan.

"Secara umum ada tiga pelanggaran yang terjadi selama proses pemilihan berlangsung," kata angota tim hukum IA Syahrir Cakkari, Selasa 5 Februari 2013.

Syahrir mengatakan, mereka melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Selatan. Selain itu, sejumlah intimidasi yang dilakukan kubu calon gubernur lain juga menjadi materi pengaduan.

"Yang terakhir pelanggaran yang dilakukan pasangan calon nomor urut 2: Syahrul Yasin Limpo. Ini yang paling banyak kami temukan," ujar Syahrir.

Namun Syahrir menolak mengurai bentuk pelanggaran KPU, kepala daerah, dan kandidat nomor 2 Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang. "Kalau dibuka sekarang jadinya tidak aktual dan tidak orisinil lagi," ujarnya.

Syahrir beralasan tidak dibeberkannya bentuk pelanggaran itu untuk menghindari pihak lain menyembunyikan kesalahan yang dilaporkan. Pihaknya khawatir pihak-pihak tersebut berusaha merekayasa fakta-fakta yang sebenarnya terjadi.

Dia mengatakan, hal-hal yang dilaporkan tersebut ada kaitannya dengan sejumlah dokumen. Itu sebabnya, Syahrir menolak mebeberkan sejak dini bentuk pelanggaran yang dilakukan untuk menghindari adanya perubahan dokumen yang seharusnya menjadi barang bukti."Akan kami ungkapkan saat sidang perdana dibuka," kata Syahrir.

Gugatan tim hukum Ilham didaftarkan dengan nomor registrasi 768/PAN.MK-I/2013 tertanggal Senin 4 Februari. Syahrir mengaku dengan dengan masuknya laporan itu pihaknya tinggal menunggu penetapan sidang perdana dari MK.

ABDUL RAHMAN

Berita Terpopuler Lainnya:

Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik

Maharani Buka-bukaan Soal Kasus Sapi

Diduga Gelapkan Pajak, Apa Kata SBY?

Abraham Samad : KPK Tak Gantung Status Anas

Anas Menjawab Desakan Mundur dari Demokrat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.