Ini Alasan Pilpres AS Digelar pada Selasa Bulan November

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Orang Amerika Serikat pertama kali memulai kebiasaan memilih calon pemimpin mereka pada hari kerja pada tahun 1845, ketika Kongres mengesahkan undang-undang federal yang menetapkan hari Selasa pertama setelah Senin pertama di bulan November sebagai Hari Pemilihan.

Sebelumnya, negara bagian diizinkan untuk mengadakan pemilihan kapan saja mereka mau dalam jangka waktu 34 hari sebelum Rabu pertama bulan Desember, tetapi sistem ini memiliki beberapa kelemahan, demikian dikutip dari laman History.com, Senin (2/11/2020).

Mengetahui hasil pemungutan suara awal dapat memengaruhi jumlah pemilih dan mempengaruhi opini di negara bagian yang mengadakan pemilu terlambat, dan pemilih di menit-menit terakhir yang sama berpotensi menentukan hasil dari keseluruhan pemilu.

Menghadapi masalah-masalah ini, Kongres menciptakan Hari Pemilu saat ini dengan harapan merampingkan proses pemungutan suara.

Tapi mengapa hari Selasa di bulan November?

Jawabannya berasal dari susunan agraris Amerika Serikat abad ke-19. Pada tahun 1800-an, sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan tinggal jauh dari TPS.

Karena orang sering bepergian setidaknya satu hari untuk memberikan suara, anggota parlemen perlu memberikan waktu dua hari untuk Hari Pemilu.

Akhir pekan tidak praktis, karena kebanyakan orang menghabiskan hari Minggu di gereja, dan Rabu adalah hari pasar bagi para petani.

Dengan pemikiran ini, Selasa dipilih sebagai hari pertama dan paling nyaman dalam seminggu untuk mengadakan pemilihan presiden Amerika Serikat.

Harapan Libur Nasional

Warga memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 27 Oktober 2020. Pemungutan suara awal (early voting) secara langsung dimulai di Washington DC pada Selasa (27/10) di 32 tempat pemungutan suara. (Xinhua/Ting Shen)
Warga memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 27 Oktober 2020. Pemungutan suara awal (early voting) secara langsung dimulai di Washington DC pada Selasa (27/10) di 32 tempat pemungutan suara. (Xinhua/Ting Shen)

Budaya tani juga menjelaskan mengapa Hari Pemilu selalu jatuh di bulan November. Pemilihan musim semi dan awal musim panas dianggap mengganggu musim tanam, dan pemilihan akhir musim panas dan awal musim gugur tumpang tindih dengan panen.

Itu membuat akhir musim gugur bulan November setelah panen selesai, tetapi sebelum datangnya musim dingin sebagai pilihan terbaik.

Election Day sekarang menjadi hari libur sipil di negara bagian termasuk Delaware, Hawaii, New York, New Jersey, dan wilayah Puerto Rico.

Banyak aktivis telah menyerukan Hari Pemilu menjadi hari libur federal, sehingga orang dapat meluangkan waktu untuk memberikan suara tanpa kehilangan waktu pekerjaan.

Saksikan Video Berikut Ini: