Ini alasan PKS lawan KPK soal penyitaan mobil Luthfi Hasan

MERDEKA.COM. Beberapa petugas sekuriti Gedung DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, kemarin menghadang penyidik KPK yang akan melakukan penyitaan terhadap mobil Luthfi Hasan Ishaaq. Elit PKS pun mengakui adanya penolakan penyitaan tersebut.

"Sebenarnya semalam tidak ada pencegahan, yang kami sayangkan KPK saat ingin menyita mobil ditanya petugas keamanan kami mana surat perintah, tidak bisa memberikan surat," ujar anggota Dewan Syuro PKS Al Muzzamil Yusuf di Gedung DPP PKS, Rabu (8/5).

Kepada para sekuriti, penyidik KPK mengatakan bahwa surat perintah penyitaan menyusul. Hal itulah yang kemudian tidak diterima oleh petugas sekuriti.

"Makanya semalam kita larang lakukan penyitaan, karena memang tidak ada suratnya. Kalau ada surat penyitaannya kita juga pasti kooperatif kok," sambungnya.

Wakil Ketua Komisi III ini juga menyebut bahwa tidak semua mobil yang ada di parkiran Gedung DPP PKS adalah milik Luthfi. Mobil Luthfi hanya ada dua yang terparkir di halaman belakang Gedung PKS.

"Kami jelaskan kepada KPK bahwa mobil LHI di sini ada dua, kalau ada mobil ketiga tolong dijelaskan saja, dan KPK harus bisa menjamin dan mempertanggungjawabkan itu," imbuh Muzzamil yang enggan menyebutkan dua mobil Luthfi yang dia maksud.

Saat ini kantor DPP PKS sendiri terlihat lengang. Beberapa sekuriti masih berjaga di pintu gerbang dan wartawan juga dilarang masuk ke area gedung setengah lingkaran itu.

Topik pilihan:
Perbudakan Buruh | E-KTP | Kasus Suap Daging | Google Glass | Tips Diet 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat