Ini Alasan RSUD Jaksel Didepak dari Pembiayaan Obligasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jakarta Selatan tak jadi dibiayai obligasi daerah. Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke) pun menjelaskan alasan mengapa proyek tersebut tak jadi dibiayai dari dana obligasi daerah.

Foke mengatakan pihaknya menilai kebutuhan RSUD Jakarta Selatan sudah sangat mendesak dan membuat Pemprov DKI memutuskan menarik proyek tersebut dari empat proyek yang akan didanai melalui penerbitan obligasi daerah.

Menurutnya pengurusan persyaratan penerbitan obligasi daerah akan memakan waktu cukup panjang, sehingga pihaknya bersama DPRD DKI memutuskan pembangunan RSUD itu tidak lagi didanai melalui obligasi daerah.

"Alokasi dana yang disediakan untuk pembangunan RSUD ini sebesar Rp 500 miliar yang diambil dari dana APBD Perubahan DKI 2012," ujar Foke, Minggu (2/9/2012).

Dikatakannya, penerbitan obligasi daerah DKI juga sudah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Penerbitan obligasi daerah, lanjutnya, juga didampingi pemerintah dan lembaga keuangan independen yang profesional.

"Tetapi karena proses penerbitan obligasi daerah masih panjang, maka kami putuskan proyek RSUD Jaksel dikeluarkan dari pendanaan obligasi daerah. Karena RSUD ini kebutuhannya sudah sangat mendesak," tuturnya.

Saat ini, hanya Kotamadya Jakarta Selatan yang belum memiliki RSUD. Sedangkan empat wilayah Kotamadya sudah memiliki RSUD. Karena itu, tahun ini Pemprov DKI berupaya membangun RSUD Jakarta Selatan tersebut di kawasan Ragunan.

METROPOLITAN POPULER

  • Prabowo Datang, Massa Gerindra Ancam Macetkan Jalan
  • Kantata Takwa Ramaikan Silaturahim Relawan Jokowi-Basuki
  • Jokowi Dimata Masyarakat adalah Perubahan
  • Selebriti Bakal Hadiri Halal Bihalal Jokowi-Ahok di GBK
  • Saya Bukan Gubernur PKI
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.