Ini Asupan yang Dibutuhkan Anak untuk Dukung Perkembangan Otak

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVAAnak membutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan berkualitas untuk mendukung perkembangan otak dan jaringan tumbuh kembang lainnya.

Salah satu asupan penting yang dibutuhkan anak di masa awal pertumbuhan adalah protein hewani, dengan kandungan 9 asam amino esensial (AAE) guna mendukung pertumbuhan linier dan perkembangan otak untuk modal kesehatan anak di masa depan.

Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), mengatakan, kandungan 9AAE berperan besar dalam membantu pertumbuhan dan kecerdasan otak anak, termasuk dalam kondisi malnutrisi.

"Jika anak kurang mendapat asupan 9AAE di masa emas pertumbuhannya, maka pembentukan otaknya pun bisa tidak maksimal," ujarnya saat Media Scientific Session yang digelar Frisian Flag Indonesia secara daring, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Damayanti mengatakan, stunting merupakan salah satu penyakit paling ditakuti di seluruh dunia karena dapat merusak generasi suatu bangsa.

Pasalnya, anak dengan kondisi stunting dapat mengalami gangguan fungsi kognitif dan penurunan sistem imun serta obesitas dan hipertensi saat dewasa.

"Di Indonesia, per 2018, terdapat 18 provinsi dengan prevalensi stunting 30-40 persen. Angka tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus stunting terbesar di Asia Tenggara," imbuhnya.

Damayanti pun mengatakan, anak dengan kondisi stunting akan memiliki ketertinggalan dari anak-anak lain dan sulit untuk ditanggulangi, sehingga harus dicegah sedini mungkin. Maka dari itu, ia menyarankan sebaiknya anak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, yang kemudian diikuti dengan MPASI bergizi tepat.

"9AAE menjadi kandungan yang perlu mendapat perhatian besar dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak. Karena protein hewani dengan 9AAE bila dikonsumsi dalam jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat, dapat membantu mencegah stunting," kata dia.

Berbagai studi menunjukkan, protein hewani menjadi sumber 9AAE yang lebih baik dari protein nabati. Di mana, protein hewani memiliki 9AAE dalam jenis yang lengkap, berbeda dengan protein nabati yang memiliki limiting amino acids (hilangnya salah satu kandungan dari 9AAE).

"Hal tersebut menjadi penting karena kekurangan satu jenis asam amino dapat menurunkan kinerja hormon pertumbuhan hingga 34 persen. Dan angkanya akan meningkat sampai 50 persen jika tubuh sama sekali tidak mendapatkan asam amino esensial secara lengkap, baik dalam hal jenis dan jumlahnya," ungkap dia.

"Ada pun sumber protein hewani dan 9AAE yang terbaik berdasarkan nilai bioavailabilitasnya adalah susu, telur, ikan, ayam dan daging," pungkas Prof. Damayanti.