Ini Bahan-bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Disinfektan di Rumah

Tasya Paramitha, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Beragam cara bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Mulai dari menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kebersihan diri sendiri dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Berbicara menjaga hygine atau kebersihan, tentu tidak hanya sekadar mencuci tangan saja. Ada baiknya membersihkan benda-benda yang sering Kamu sentuh, seperti ponsel, gagang pintu, remote TV dan sebagainya. Mengingat kemungkinan adanya transmisi kuman bakteri dari barang-barang tersebut.

Untuk membersihkan barang-barang tersebut, kamu perlu menggunakan disinfektan. Cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan terhadap disinfektan meningkat, sehingga hal ini mempengaruhi harga di pasaran. Sehingga beberapa orang mencoba untuk membuat cairan disinfektan sendiri dengan beberapa bahan yang sudah tersedia di rumah.

“Meskipun hal ini terlihat lebih praktis dan ekonomis, perlu diperhatikan cara pembuatan dan penggunaan agar tidak menjadi berbahaya,” kata Marketing Communication Manager, IUIGA Indonesia, Sanie Aulia seperti dikutip dari keterangan yang diterima VIVA, Minggu, 14 Februari 2021.

Berikut bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat disinfektan di rumah.

1. Cairan pemutih

Cairan pemutih biasanya memiliki kandungan natrium hipoklorit yang terbukti ampuh dan efektif dianggap ampuh dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme spektrum luas. Selain untuk membersihkan rumah dan toilet, natrium hipoklorit juga dipercaya untuk membersihkan bahan makanan.

Anda bisa menggunakan cairan pemutih untuk membuat disinfeksi, dengan menyampurkan dua sendok makan cairan pemutih atau 20 mililiter di dalam satu liter air.

Namun, perlu diketahui bahwa cairan pemutih bersifat kaustik, artinya dapat menimbulkan iritasi dan kerusakan pada kulit. Selain itu, penggunaan cairan pemutih yang salah juga dapat menimbulkan uap yang berisiko mematikan.

2. Karbol

Bahan kedua, Anda bisa menggunakan cairan karbol yang biasanya menggunakan senyawa benzalkonium klorida. Senyawa ini diketahui efektif bekerja menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus.

Selain itu, senyawa ini juga banyak digunakan untuk membersihkan luka dan bisa mencegah terjadinya infeksi. Untuk pembuatan disinfektan, hanya dengan mencampurkan dua sedok makan karbol atau 35 ml ke dalam satu liter air.

Namun, penggunaan benzalkonium klorida yang berlebih sangat berbahaya. Maka tetap harus mengecek kandungan benzalkonium klorida pada kemasan karbol, dengan dosis 0,13 persen.

3. Alkohol 70 persen

Selain menggunakan dua bahan aktif d iatas, Anda bisa menggunakan bahan aktif lain seperti hidrogen peroksida dan etil alkohol (etanol). Karena dua bahan tersebut terbukti efektif membasmi bakteri dan virus, namun memiliki toksisitas yang terbatas dibandingkan dengan bahan aktif lainnya.

Cara membuatnya dengan mencampurkan dua pertiga etil alcohol/alkohol isopropyl/etanol dengan sepertiga air. Pastikan alkohol yang digunakan memiliki presentase 70 persen.

4. Garam + Sinar UV

Selain senyawa di atas, Anda juga bisa membuat disinfektan dengan bahan yang lebih alami yaitu melakukan elektrolasi pada larutan air + garam menggunakan sinar dan hangat UV. Dari proses ini, larutan yang dihasilkan mengandung NaClo atau Sodium Hypochlorite.

Namun senyawa yang dihasilkan merupakan campuran terbaik. Selain biaya yang lebih hemat, mudah untuk digunakan, aman dan terbukti efektif menghilangkan bakteri dan virus.

Sekarang ini, sudah banyak yang menjual alat elektroliser yang memungkinkan kamu untuk membuat disinfektan hanya dengan air dan garam. Namun, saat kamu membeli alat ini, pastikan alat yang kamu beli memiliki sertifikasi lab untuk anti bakteri dan virus.