Ini Bentuk Dukungan Pemerintah Banda Aceh Terhadap Kewirausahaan Pemuda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kewirausahan menjadi salah satu cara untuk menjalan perekonomian suatu daerah. Namun, menjalankan hal itu membutuhkan biaya yang tak sedikit dan komitmen dalam berbisnis. Kini, dengan kemajuan teknologi saat inin banyak ditemukan kewirusahan pemuda diseumlah daerah. Salah satunya berada di Kota Banda Aceh.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mengatakan kewirausahaan pemuda di Kota Banda Aceh sangat bagus dan berkembang sangat baik.

Hal ini dikarenakan program tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia berharap sinergi antar pemerintah dengan sektor kewirausahaan yang dimotori oleh para pemuda seperti ini bisa menular ke seluruh daerah Indonesia.

Hal ini disampaikan Dewi usai memimpin pertemuan tim kunjungan spesifik Komisi X DPR RI dengan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman beserta jajaran, di Banda Aceh, Jumat (19/3/2021). Turut hadir dalam pertemuan itu perwakilan Lembaga Permodalan kewirausahaan Pemuda (LPKP) Kota Banda Aceh serta Presiden Asosiasi Saudagar Industri Aceh (ASIA).

"Dukungan dari Pemerintah Kota Banda Aceh sangat luar biasa. Awalnya, banyak sekali calon usahawan muda yang sudah bisa memproduksi, tetapi agak kesulitan dalam bidang pembiayaan. Pemerintah Kota Banda Aceh membuat sebuah terobosan yaitu memberikan modal, yang kemudian nanti akan bisa dikembalikan dengan bagi hasil dengan bunga yang sangat rendah. Itu ternyata bisa menekan ketergantungan (pinjaman) rentenir,” terang Dewi.

Politikus dapil Bengkulu ini mengungkapkan, salah satu program Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membantu keweirausahaan pemuda adalah dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Mahirah Muamalah. Hadirnya lembaga ini sangat membantu pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan dengan sistem bagi hasil.

Dewi juga mengatakan, Komisi X DPR RI akan mendukung adanya promosi produk UMKM Banda Aceh ke berbagai daerah hingga ke luar negeri. "Promosi memang ini sudah ada bagiannya. Kita mendorong Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) agar menaruh perhatian (kepada UMKM di Banda Aceh), karena produknya berkualitas dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi," tukas Dewi.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengapresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI khusus untuk masalah kepemudaan dan kewirausahaan. Sehingga, para pemuda Banda Aceh dapat menyampaikan langsung kepada para wakil rakyat mengenai masalah yang dihadapi dan yang diinginkan dalam rangka kebangkitan kepemudaan di kota Banda Aceh.

"Kendala permodalan bagi UMKM sudah mulai teratasi dengan adanya lembaga keuangan dengan sistem bagi hasil. Saat ini dukungan dari Komisi X DPR RI dan pemerintah pusat sangat kami butuhkan dalam rangka pemasaran produk-produk UMKM Banda Aceh hingga bisa menembus pasar nasional bahkan intenasional," harapnya.

(*)