Ini bentuk sepatu antikekerasan seks karya anak SMP 1 Bogor

MERDEKA.COM. Hibar Syahrul Gafur (14) terkejut melihat banyaknya kasus pemberitaan soal pemerkosaan. ABG cerdas ini pun putar otak bagaimana menciptakan alat yang bisa melindungi kaum hawa dari bahaya pemerkosaan.

"Hobi saya itu nonton TV, bakal bisa berlama-lama kalau nonton. Apalagi kalau pemberitaan, nah beberapa waktu lalu pemberitaan yang aku tonton isinya pelecehan dan kekerasan seksual terhadap wanita, serem banget," kata Hibar saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (12/5).

Dari hasil kreativitasnya, terciptalah sepatu antikekerasan seksual tersebut. Sepintas sepatu ini tak berbeda dengan sepatu 'wedges' lainnya. Tapi pada hak sepatu ini tersimpan rangkaian listrik. Jika ada bahaya, kaum hawa tinggal menginjak tombol yang terdapat pada bagian belakang sepatu ini. Maka aliran listrik 450 volt pun akan membuat si pemerkosa terjungkal.

"Listrik ini bertenaga 450 watt. Tinggal tendang ke arah si pelaku kekerasan seksual. Secara otomatis tegangan listrik akan langsung nyerang pelaku," jelasnya.

Sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional, terlebih dulu Hibar melakukan uji coba. "Saya setrum ayam peliharaan di rumah, guru saya pun ikutan uji coba," katanya.

Peralatan yang digunakan oleh Siswa SMPN 1 Bogor ini sebenarnya sederhana. Antara lain gelang logam dan rangkaian raket nyamuk. Bahan-bahan ini mudah didapat.

Dengan karyanya itu, Hibar berhasil mendapat medali emas pertamanya di ajang internasional. Dia menyabet medali emas di Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 Kuala Lumpur. Sungguh prestasi yang membanggakan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.