Ini Bos Terbaik! Beri Hak Kendali, Bonus hingga Liburan Gratis ke Karyawan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Perusahan retail Richer Sounds milik Julian Richer membuat hal tak terduga. Sang pimpinan memutuskan untuk menyerahkan seluruh kendali dan kekusaaan perusahaan kepada para staf.

Tidak hanya itu, karyawan juga mendapatkan bonus senilai 1.000 euro (Rp 16,5 juta) setiap tahun. Adapun rata-rata pendapatan atau upah yang diberikan ke karyawan sebesar Rp 132,5 juta.

Bahkan bagi staf atau pegawai yang bekerja dan mengabdi selama lebih dari 20 tahun, bonus yang diterima semakin besar.

Sebagai Kepala Eksekutif perusahaan, melansir laman mirror dan ladbible, Selasa (5/10/2021), Richer akan mentransfer 60 persen sahamnya ke dana perwalian yang dijalankan atas nama staf toko.

Terkuak jika alasan dari langkah yang diambilnya saat ini, salah satunya akibat ekonomi yang tidak pasti akibat pandemi.

Selanjutnya, fasilitas juga diberikan agar pegawai tetap merasa nyaman saat bekerja. Salah satu fasilitas lain yang diberikan adalah karyawan mendapatkan akomodasi dan fasilitas liburan gratis.

Mereka juga bisa menggunakan puluhan properti yang dimiliki Fisher di negara Amsterdam, Paris, dan Venesia.

Dibuktikan bahwa setiap tahun, termasuk pandemi, lebih dari 70 persen pegawai menggunakan kesempatan berlibur ini.

Tujuannya untuk memberikan hiburan kepada para pekerja dan sekaligus memberikan dana bantuan ketika ada salah satu yang mengalami kesulitan keuangan.

“Masyarakat kita berada di tempat mengerikan saat ini. Saya pikir ketidaksetaraan, ketidakadilan, dan penghematan itu mengerikan,” ujar dia,

“Dibutuhkan juga rumah untuk perumahan sosial. Kami mengunci 30 ribu pencari suaka setiap tahunnya tanpa penghakiman. Ini keterlaluan,” tambah Fisher.

Keputusan besar yang diambil ternyata sejalan dengan apa yang sedang dilakukan sekarang yaitu mendukung lebih dari 400 badan amal dan menghentikan perusahaan dan bos besar yang menyalahgunakan wawasannya sehingga merusak citra dan baik bisnis.

Bekerja dengan Kondisi Sehat Mental

Perusahan retail Richer Sounds
Perusahan retail Richer Sounds

Kesehatan mental dalam bekerja menjadi salah satu hal yang diutamakan Fisher sebagai pemilik perusahaan.

Dia bersikeras untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai semua pekerjanya yang tersebar pada 53 toko perusahaan.

Daftar-daftar yang diterima ternyata menemukan ada masalah kesehatan mental dan fisik, hingga kehilangan orang-orang yang disayangi.

Pendekatan yang dapat dilakukan adalah menelepon setiap pekerja yang memiliki masalah secara pribadi.

Kontrak tanpa jam kerja menjadi kegiatan yang dilarang oleh perusahaan. Pemberlakuan kebijakan tersebut ingin pegawai tetap mendapatkan upah yang layak tanpa harus bekerja lagi di luar jam kerja.

Prinsip tersebut dipegangnya agar dapat mempertahankan dan memperlakukan stafnya dengan baik dan setara antara satu dan yang lainnya. Nilai tersebut yang menjadi pegangan untuk membuat perusahaan terus maju di masa mendatang.

Hubungan antara atasan dan bawahan yang dekat dan tidak terlalu membatasi diri dengan para pekerja ingin dibangun. Perhatian dan dukungan menjadi elemen penting yang harus dijaga dan terus diberikan.

Ambisi Masa Kecil

Ilustrasi miliarder (iStock)
Ilustrasi miliarder (iStock)

Kesuksesan ini dapat tercapai sejak ia membuka toko kecil bernama Richer Sounds di sebelah stasiun London saat berusia 19 tahun.

Lahir dari ayah pengusaha dan kakak neneknya adalah seorang pengungsi dari Eropa Timur mendorongnya untuk melakukan bisnis dan usaha sendiri sejak usia yang masih tergolong muda.

Hingga saat ini, kekayaan yang tercatat adalah sebesar Rp2,65 triliun. Keuntungan perusahaan retail yang dimiliki menyumbang 15 persen untuk kegiatan amal, petugas pajak, dan kebutuhan perusahaan lainnya secara tepat waktu.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel