Ini Cara Ganjar Atasi Keluhan Pengungsi Banjir Kudus yang Mulai Terserang ISPA

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tergenang banjir akibat cuaca ekstrem sejak 31 Desember kemarin. Salah satunya yaitu banjir Kabupaten Kudus yang menggenangi pemukiman dan persawahan warga.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung kondisi pengungsi dan pasokan logistik di Desa Karangrowo. Kunjungan Ganjar itu untuk menjamin keperluan warga aman dan terpenuhi.

Dia menemui adanya warga yang mengeluhkan penyakit pascabanjir. Dia mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan selama berada di pengungsian.

"Mulai ada yang gatal, ISPA, ada yang sakit perut. Yang sakit perut ini saya curiga pada tidak cuci tangan," kata Ganjar di lokasi, Kamis (12/1).

"Maka saya minta sediakan sabun dan hand sanitizer untuk cuci tangan. Karena di kondisi seperti ini betul-betul harus dibersihkan. Kalau mandi pakai sabun semuanya karena pasti akan banyak penyakit yang berpotensi menjangkit yang di pengungsian," sambung Ganjar.

Selain meninjau pengungsian dan dapur umum di Desa Karangrowo, Ganjar melihat pengungsi di GKMI Tanjungkarang yang berjumlah 74 orang dan Balai Desa Gulang yang berjumlah 118 pengungsi.

Dia berjanji berupaya mengatasi banjir untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dia langsung menginstruksikan jajarannya tingkat kabupaten kota untuk mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum.

Salah satu warga terdampak banjir Kudus bernama Suhadi menyebutkan, pasokan logistik yang diminta warga selama berada di pengungsian selalu terpenuhi. Termasuk logistik untuk dapur umum yang telah didirikan.

"Pak Ganjar bagus ya, sigap, apapun yang diminta kami sebagai pengungsi langsung datang," ujar Suhadi di Posko Bencana Desa Karangrowo.

Warga RT 1 RW 1 Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu menceritakan, telah tinggal di pengungsian selama 9 hari. Saat banjir bandang melanda desanya pada malam pergantian tahun, ia bersama warga lainnya langsung dievakuasi ke pengungsian. Ia pun berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah atas kesigapan dan bantuan-bantuan yang terus didistribusikan untuk pengungsi.

"(Banjir) sudah ada 10 hari, kalau mengungsi di sini saya sudah 9 hari. Pada saat kejadian itu terus langsung saya mengungsi. Logistik di sini bagus ya, aman. Apa yang diminta para pengungsi langsung dikirim oleh Pak Ganjar," ucap Suhadi.

Berdasarkan data terakhir Pusdatin Kecamatan Undaan (8/1), jumlah pengungsi di Desa Karangrowo berjumlah 153 orang, terdiri dari 13 balita, 15 anak, 22 remaja, 59 dewasa dan 44 lansia. [ray]