Ini Cara Pemprov DKI Atasi Minimnya Kantung Parkir di Tebet Eco Park

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta menutup Taman Tebet Eco Park hingga akhir Juni. Selama penutupan, dinas terkait akan menyusun kebijakan untuk kenyamanan dan ketertiban di taman tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kantung parkir dan lahan untuk pedagang. Sebab, membeludaknya masyarakat mengunjungi Tebet Eco Park seringkali menyebabkan lalu lintas macet.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya berencana memaksimalkan titik-titik mana saja yang akan menjadi kantung parkir pengunjung Taman Tebet Eco Park.

"Nanti akan disiapkan tempat-tempat parkir yang ada kita maksimalkan. Juga nanti akan disiapkan tempat-tempat kuliner UMKM di situ," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/6).

Dia mengakui sulit memungkiri kantung parkir yang tersedia saat ini di Taman Tebet Eco Park tidak cukup menampung kendaraan pengunjung. Hal ini disebabkan tingginya antusias warga untuk datang ke taman yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Sabtu, 23 April lalu.

Bahkan, menurut Riza, pengunjung taman bukan hanya warga sekitar saja. Warga yang jauh dari lokasi Taman Tebet Eco Park pun berkunjung untuk sekadar menikmati ruang hijau terbuka dengan beragam fasilitas.

"Antusiasme masyarakat banyak sekali, sementara kapasitas parkir di sana kan terbatas. Jadi sampai parkir di pinggir-pinggir jalan mengganggu ketertiban kenyamanan pengguna jalan di situ dan juga terjadinya parkir liar," imbuhnya.

Namun, dia masih enggan memastikan lebih lanjut perihal kesiapan kantung parkir dan lapak pedagang dan pelaku UMKM di Taman Tebet Eco Park.

Sejatinya, dia menegaskan, Pemprov DKI berkomitmen menjalankan program langit biru di Jakarta, termasuk di ruang-ruang terbuka.

Diketahui, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Tebet Eco Park. Penutupan dilakukan hingga akhir Juni 2022. Informasi tersebut disampaikan Distamhut DKI Jakarta melalui akun Instagram mereka.

“Terima kasih Teman untuk antusiasme selama dua bulan ini. Untuk kenyamanan bersama, Tebet Eco Park akan ditutup hingga akhir Juni,” tulis akun @tamanhutanDKI, Selasa (14/6).

Distamhut DKI Jakarta meminta masyarakat jangan berkecil hati. Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menikmati taman lainnya di Jakarta.

"Eits, tapi jangan berkecil hati. Kami akan kembali. Nantikan pada pemberitahuan selanjutnya ya, sampai jumpa! Sembari menunggu Tebet Eco Park dibuka, yuk intip taman-taman cantik di Jakarta yang bisa kamu kunjungi,” tulisnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel