Ini Cara Polisi Usut Kasus David Noah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya akan memediasi pertemuan antara David Kurnia Albert Dorfel alias David Noah dengan pelapornya Lina Yunita.

"Akan kami pertemukan. Kami rencanakan minggu depan, hari Senin kami jadwalkan," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat 27 Agustus 2021.

Dalam mediasi tersebut, lanjut Yusri, kedua belah pihak akan diminta untuk membawa seluruh alat bukti yang mereka punya. Hal itu tak lain guna mengklarifikasi duduk perkara antara David dan Lina. Yusri menambahkan pihaknya akan mengedepankan restorative justice dalam kasus ini.

Sebab, David sendiri saat diperiksa mengklaim sudah membayar ke Lina. Namun, belum semua dibayarkan. Polisi berharap kedua pihak yang bersengketa bisa mencapai kata sepakat.

"Akan kami pertemukan antara D atau terlapor dengan pelapor untuk bisa membawa bukti-bukti-bukti yang ada untuk bisa mengetahui nilai objek perkaranya itu seperti apa, berapa nilainya, berapa sisanya nanti kami akan kami pertemukan,”

“Kami mengharapkan adanya mediasi, yang kami kedepankan adalah perdamaian kalau itu bisa terjadi dengan syarat dikembalikan apa yang menjadi objek perkaranya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, keyboardis grup band Noah, David Kurnia Albert Dorfel alias David Noah dilaporkan ke polisi. David diduga melakukan tindak penipuan dan penggelapan senilai Rp1,15 miliar. David dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis 5 Agustus 2021.

Adapun laporan diterima dengan Nomor: LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 5 Agustus 2021. Pelapornya adalah seorang wanita bernama Lina Yunita. Kuasa hukum Lina Yunita, Devi Waluyo membenarkan terkait laporan ini.

"Kami kemarin sudah melaporkan yang bersangkutan (David Noah). Kemarin malam," ucap Devi kepada wartawan, Jumat 6 Agustus 2021.

Sementara David Noah diketahui telah memenuhi panggilan polisi pada Selasa, 24 Agustus 2021. Ia dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik saat diperiksa sebagai saksi terlapor terkait dugaan tindak penipuan dan penggelapan senilai Rp1,15 miliar. Hal itu disampaikan pengacara David, Hendra Prawira.

"Ada 31 (pertanyaan) ya kurang lebih," ucap pengacara David, Hendra Prawira di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 24 Agustus 2021.

Dalam pemeriksaan itu, Hendara membantah tudingan kliennya melakukan penipuan dan penggelapan. Ia berdalih, kerugian uang senilai Rp1,1 miliar itu bukanlah tanggung jawab kliennya. Katanya, tidak ada unsur penipuan atau penggelapan dalam kasus ini. Untuk itu, ia menolak apabila kliennya dituding sebagai penipu.

"Penggelapan tidak ada secara untuk David pribadi, tidak ada penggelapan apalagi penipuan, tidak ada," ujar dia.

Sementara itu, David NOAH juga mengelak dan menegaskan kalau dirinya tidak bertanggung jawab atas uang tersebut. Tapi, David enggan berkomentar banyak terkait hal ini. Untuk itu, dirinya merasa dirugikan terkait tudingan ini. Namun, dia mengaku tidak berniat melaporkan balik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel