Ini Contoh Teks Laporan Hasil Observasi yang Benar

·Bacaan 3 menit

VIVAContoh teks laporan hasil observasi mirip dengan teks deskripsi, karena keduanya memuat informasi yang akan disampaikan harus sesuai fakta. Namun, keduanya tetap memiliki sifat yang berbeda.

Teks deskripsi memiliki sifat individual dan unik, Adapun teks laporan hasil observasi memiliki sifat umum atau universal. Nah, untuk kamu yang sedang mencari contoh teks laporan hasil observasi, struktur, dan ciri-cirinya, berikut pembahasannya untuk kamu.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Dilansir dari repositori.kemdikbud.go.id, teks laporan hasil observasi adalah serangkaian kata yang berisi informasi umum mengenai sesuatu berdasarkan fakta dari hasil penelitian langsung. Jadi, observasi atau penelitian merupakan sebuah cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap objek dalam periode tertentu, sekaligus melakukan pencatatan secara sistematis.

Laporan tersebut menjelaskan bentuk, sifat, atau ciri dari sesuatu yang diteliti. Karena melaporkan hasil penelitian, maka teks ini harus dihimpun dari sumber yang jelas dan tidak boleh menerka-nerka.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri tersendiri untuk membedakan dengan teks-teks yang lain berikut ini:

  • Memiliki sifat objektif dan universal

  • Informasi yang ditulis harus sesuai dengan fakta di lapangan

  • Ditulis secara lengkap dan sempurna

  • Tidak mengandung opini atau pendapat menyimpang dan tidak tepat

  • Informasi penelitian dikelompokkan secara sistematis

  • Objek yang dibahas adalah objek tunggal

Struktur Teks Laporan Hasil observasi

Pernyataan Umum

Pernyataan umum adalah bagian yang memuat informasi umum tentang objek yang akan diteliti. Bagian ini juga bisa dikatakan sebagai definisi umum karena mengandung pengertian atau definisi mengenai objek yang dilaporkan.

Aspek yang Dilaporkan

Aspek yang dilaporkan berisi penjelasan tentang informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan secara rinci. Dalam bagian ini, diuraikan juga klasifikasi atau penggolongan secara sistematis dari kelas yang besar sampai kelas yang kecil. Misalnya penggolongan dimulai dari aspek perilaku, genetik, fungsi, peran, dan kepribadiannya.

Kaidah Kebahasaan

  • Memakai frasa nomina

  • Memakai verba relasional

  • Memakai verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku

  • Memakai kata penghubung atau konjungsi

  • Memakai paragraf dengan kalimat utama yang memuat informasi utama

  • Memakai kata keilmuwan atau teknis

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Pademi Covid-19

Covid-19 adalah virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada tahun 2019. Laporan dari corona.jakarta.go.id, COVID-19 adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan dan pneumonia. Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi virus corona 2 (SARS-CoV-2) sindrom pernapasan akut parah.

Gejalanya bervariasi dari gejala flu biasa (seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala) hingga komplikasi parah (seperti pneumonia atau sepsis), dan bahkan tanpa gejala sama sekali.

Meski sudah lebih dari setahun sejak virus itu ditemukan, kasus baru infeksi COVID-19 masih berlanjut hingga kini 25 Agustus 2021. Bahkan di Indonesia, terdapat kasus baru yang berjumlah 18.671 orang per 25 Agustus 2021, secara keseluruhan lebih dari 4,03 juta kasus.

Dibandingkan dengan tahun 2020, situasi saat ini belum membaik, atau bahkan lebih buruk. Hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen, baik itu pemerintah maupun masyarakat harus bekerja sama untuk menghentikan sebaran virus ini supaya pandemik segera berakhir.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Beruang Madu

Salah satu beruang terkecil di dunia adalah beruang madu. Beruang madu tingginya sekitar 70 cm, beratnya 50 hingga 65 kg. Bulunya mengkilat dan seringkali pendek, kecuali telapak tangan, seluruh tubuhnya ditutupi bulu. Bagian bawah leher hewan ini berwarna oranye, yang menambah keunikannya.

Beruang madu sangat kuat dan dapat berlari dengan kecepatan 48 km/jam. Hewan ini tergolong mamalia, dan biasanya hidup di pepohonan. Setelah melahirkan, beruang madu betina akan merawat anaknya.

Hewan ini tergolong hewan omnivora karena bisa memakan apa saja. Seperti namanya, mereka memakan madu, tetapi mereka juga memakan buah-buahan dan tumbuhan di hutan. Tidak hanya itu, mereka juga memakan burung, binatang kecil, serangga, dan lain-lain.

Beruang madu termasuk hewan yang mudah diserang, meskipun sebenarnya mereka memiliki kekuatan yang sangat kuat. Akibatnya populasi beruang madu terancam punah dan habitat mereka juga telah rusak sehingga beruang madu ini kesulitan untuk bisa bertahan hidup.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel