Ini Curahan Hati Ibunda Brigadir J di Depan Hakim dan Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Berlinang air mata. Menangis tersedu-sedu. Terasa awan duka masih menyelimuti Rosti Simanjuntak, ibunda Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Ia menjadi saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Ferdy Sambo.

Emosionalnya kembali terpancing saat dihadapkan satu ruangan bersama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Dua orang yang berperan penting di kematian Brigadir J, anak kandungnya.

"Dengan sadisnya dengan mata terbuka bapak, anak saya bapak habisi nyawanya, bapak rampas itu adalah harta, bapak," ungkap Rosti di depan Majelis Hakim PN Jaksel, Selasa (1/11).

Berikut curahan hati Rosti Simanjuntak untuk Ferdy Sambo:

Terima kasih yang mulia. Saya di sini sebagai ibu dari almarhum Yosua, yang telah memberikan anak saya untuk menghormati atasannya Ferdi Sambo dan Putri.

Di sini saya sebagai ibu harus mau mengutarakan bagaimana hancurnya hati saya, kepada anak kandung saya yang sudah saya lahirkan, yang sudah saya besarkan sebagai titipan Tuhan, yang membanggakan buat keluarga kami dan menghormati Bapak sebagai atasannya.

Kejahatan apa yang harus Bapak tutupi untuk menyembunyikan kematian daripada anakku Brigadir Yosua, apa saja yang Bapak tutupi kami tak habis pikir sebagai ibu itu satu.

Kedua penegak hukum, bagaimana penegak hukum sebagai panutan di institusi ini, yang tidak melindungi anak yang sudah mengawal Bapak. Selama bertugas di sana dengan setia dan bertanggung jawab.

Kalau ada kekurangan anakku, sebagai atasan bapak bisa bijaksana dan memberitahu atau memberikan sanksi buat anak saya.

Tapi dengan sadisnya dengan mata terbuka bapak, anak saya bapak habisi nyawanya, bapak rampas itu adalah harta, bapak. Kata bapak saya dengarkan Bapak adalah ciptaan Tuhan.

Saya lihat pemberitaan di media Bapak adalah ciptaan Tuhan dan demikian pula anak kami anakku yang sudah bapak Habisi. Tapi dengan Teganya Bapak tidak ditutupi sedikitpun penjelasan buat anakku memberikan ... Bapak Ferdi Sambo hancur hatiku, bapak.

Bapak juga ciptaan Tuhan oleh karena itu bapak, mohon segeralah bertobatlah Pak jeritan tangisan anakku itu tidak akan terlupakan bagi seorang ibu bapak yang sudah bersusah payah melahirkan membesarkan anakku anak kebanggaan buat kami.

Yang sudah bapak hancurkan harapan anakku, yang lebih senior bapak yang tidak pernah mengeluh, seberat apapun tugasnya yang tidak pernah bercerita atas apa yang kurang yang baik bagi anakku.

Bapak Ferdi sambo segeralah sadarlah, bertobatlah perbuatan apapun, apapun keberadaan kalian. Tuhan segalanya, akan musnah apa yang kita tabur akan kita tuai. Jadi mohon saya adalah sebagai ciptaan Tuhan. [rhm]