Ini Daerah Rawan Macet dan Longsor pada Jalur Mudik di Sumsel

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Perhubungan Sumatera Selatan (Sumsel) telah memetakan titik rawan kecelakaan, kemacetan, hingga potensi bencana pada jalur mudik di daerah itu. Informasi ini diharapkan dapat membuat pemudik lebih waspada dan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melintasi daerah-daerah itu.

Daerah rawan macet mayoritas tersebar di Jalan Lintas Timur Sumatera, seperti di Jalan Indralaya-Palembang, KM12 Palembang-Betung, dan Sekayu. Ada juga di Jalan Lintas Tengah Sumatera yang berada di Prabumulih, Muara Enim, dan Martapura Ogan Komering Ulu Timur.

Begitu masuk ke wilayah Palembang, pemudik harus menambah tenaga ekstra karena banyak titik rawan kemacetan, mulai dari pintu keluar tol Keramasan hingga Jalan Alang-Alang Lebar, dan KM 12.

Kemacetan lebih sering terjadi lagi jika pemudik melewati jalur dalam kota. Penumpukan kendaraan bisa saja terjadi mulai dari Kertapai hingga KM 12.

Rawan Kecelakaan

Pasar tumpah juga dapat menimbulkan kemacetan. Pasar tumpah ini berada di beberapa lokasi, yakni Pasar Indralaya (Ogan Ilir), Pasar Tugu Mulyo (Ogan Komering Ilir), Pasar Sungai Lilin/Banyung Licir (Musi Banyuasin), Pasar Padang Tepong, Pasar Pendopo, Pasar Tebing Tinggi (Empat Lawang), dan Pasar Jarai (Lahat).

Daerah rawan kecelakaan berada di Sugi Waras-batas Kabupaten Lahat, Tebing Tinggi-Tanjung Raya, Tanjung Raya-batas Bengkulu, Pagaralam-Tanjung Raya, Talang Padang-Padang Tepong, dan Muara Siban-Simpang Embacang.

Sementara daerah rawan longsor berada di Desa Banuayu (Ogan Komering Ulu), Simpang Martapura-Muara Dua, Simpang Campang-Ujan Mas, Ujan Mas-batas Bengkulu, Muara Dua-Kota Batu, dan Desa Beruge (Musi Banyuasin)

Perbaikan Jalan

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Ari Narsa mengatakan, pemetaan tersebut sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti agar arus mudik dan balik di Sumsel berjalan lancar dan aman.

"Kita sudah koordinasikan dengan semua instansi, kita siap melakukan pengamanan dan pengamanan pemudik," ungkap Ari, Kamis (21/4).

Menurut dia, jalan-jalan yang masih dalam tahap perbaikan diminta segera diatasi paling tidak H-7 Lebaran. Sebab, proses pembangunan dapat menimbulkan kemacetan seiring semakin tingginya pergerakan kendaraan pemudik.

"Seperti di pintu tol Keramasan lagi ada pengecoran jalan, kami minta dibuka jadi dua jalur, begitu juga di Nilakandi sampai Alang-Alang Lebar, diminta dibuka dua jalur," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel