Ini Deretan Fitur Baru di Android 12, Apa Saja?

·Bacaan 3 menit
Tampilan Android 12 (Foto: Google)

Liputan6.com, Jakarta - Gelaran konferensi pengembang tahunan, Google I/O, yang digelar secara virtual mengungkap berbagai detail mengenai fiitur baru di Android 12.

Fitur-fitur itu mencakup Google Chrome, Google Photos, hingga detail mengenai data lokasi pengguna.

Kemudian, fitur baru akan memproses data pribadi pengguna dengan cara lebih aman sambil menjalankan layanan berbasis AI.

Sebagian besar fitur membatasi data pribadi yang dapat diakses orang luar tentang pengguna, baik itu teman, aplikasi pihak ketiga, atau peretas dengan kata sandi curian.

"Bagian terbesar dari merasa aman saat online adalah memiliki kendali atas data Anda," kata Wakil Presiden Senior Core System and Experience Google, Jen Fitzpatrick, dikutip dari Cnet, Rabu (19/5/2021).

Berikut deretan fitur penting yang melengkapinya Android 12 yang diungkap dalam gelaran Google I/O 2021.

Private Compute Core

Pada segi privasi, Android 12 diluncurkan dengan beberapa fitur baru. Sistem operasi akan menyertakan Private Compute Core, yang memproses informasi pribadi di smartphone.

Idenya adalah untuk mengizinkan layanan, seperti Smart Reply, Live Caption dan Now Playing, mengakses data pengguna tanpa melepasnya dari telepon atau membuatnya disusupi. Semua layanan tersebut memanfaatkan Google AI untuk berfungsi.

"Semua audio dan pemrosesan bahasa terjadi di perangkat, diisolasi dari jaringan untuk menjaga privasi Anda," kata Jen Fitzpatrick dalam sebuah posting blog.

Akhirnya, Android 12 akan membiarkan pengguna memilih untuk memberikan lokasi akurat kepada aplikasi atau "perkiraan lokasi" yang didasarkan pada kode pos pengguna.

Lokasi yang tepat mungkin masuk akal untuk sesuatu seperti aplikasi pesan-antar makanan, tetapi aplikasi cuaca dapat berfungsi di lokasi yang lebih umum.

Password Manager Chrome

Masih lingkup yang sama, pada bagian manajemen password di Chrome, perusahaan juga mengumumkan update-nya.

Update itu melingkupi integrasi antara browser Chrome dan aplikasi Android, yang memperluas kegunaan pengelola kata sandi di luar peramban dengan membiarkan pengguna masuk ke layanan berbasis aplikasi di smartphone atau tablet mereka.

Pengelola kata sandi juga akan memberi tahu pengguna jika kata sandi mereka telah dibobol. Peringatan ini telah menjadi fitur umum dalam pengelola kata sandi, dan biasanya diambil dari basis data kredensial yang telah bocor dan diposting oleh penjahat di forum.

Password manager Google juga akan menawarkan tombol ‘Change Password’ untuk memudahkan pengguna menangani penyusupan dengan segera.

Quick Delete

Selanjutnya fitur baru yang melengkapi Chrome selanjutnya adalah Quick Delete. Ini memungkinkan pengguna memasukkan 15 menit terakhir riwayat penjelajahan web ke Incognito Mode dan menghapusnya dari browser.

Dalam Incognito Mode, Chrome tidak akan menyimpan aktivitas penjelajahan, cookie, entri formulir web, atau izin yang pengguna berikan ke situs web.

Perlu diperhatikan, dalam Incognito Mode tidak menghentikan situs web untuk melacak aktivitas pengguna. Termasuk juga tidak memberi privasi ketika browsing melalui perangkat yang dikontrol perusahaan atau sekolah.

Tentunya, tidak juga menyembunyikan data dari penyedia layanan internet yang digunakan.

Locked Folder di Google Photos

Google Photos juga akan ditambah dengan kemampuan folder terkunci untuk menyimpan foto yang dirahasiakan.

Dengan demikian, folder tersebut tidak akan muncul di folder lain, folder bersama, atau hasil pencarian.

Idenya adalah untuk menjauhkan foto sensitif dari daftar camera roll sehingga pengguna tidak perlu khawatir menunjukkannya kepada orang lain.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel