Ini Dia Anggota Kopassus TNI Pertama yang Jadi Pentolan Kostrad

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jauh sebelum Letjen TNI Eko Margiyono menduduki kursi Panglima Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (kostrad="" tag="" www.viva.co.id="">kostrad">Pangkostrad), ada sederet nama perwira tinggi yang merupakan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang pernah menempati posisi yang sama.

Menurut data yang dirangkum VIVA Militer dari berbagai sumber, hingga saat ini ada 41 Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang memimpin Kostrad sejak pertama kali Mayjen TNI Soeharto mulai 1 Mei 1963 hingga 2 Desember 1965.

Dari 41 orang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mernah menjabat sebagai Pangkostrad, beberapa diantaranya adalah anggota pasukan elite Kopassus.

Sejumlah nama anggota Kopassus yang pernah menduduki posisi Pangkostrad antara lain, Jenderal TNI (Purn.) Wismoyo Arismunandar, Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo, Jenderal TNI Andika Perkasa, dan tentunya Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Selain itu, ada pula nama-nama lain yakni Letjen TNI (Purn.) Kuntara, dan Letjen TNI (Purn.) Tarub.

Akan tetapi, bukan Wismoyo, Pramono, Prabowo dan Kuntara yang menjadi prajurit Kopassus pertama bisa menduduki kursi Panglima Kostrad. Sosok anggota Kopassus pertama yang pernah menduduki posisi sebagai Pankostrad adalah Letjen TNI (Purn.) Soegito.

Soegito adalah adalah jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1961. Masuk dalam kecabangan infanteri, Soegito mengawali kariernya bersama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang merupakan cikal bakal Kopassus.

Pada 1968, Soegito menjadi Wakil Komandan Detasemen Tempur (Denpur) 12 RPKAD. Dua tahun kemudian, pria kelahiran Yogyakarta, 15 Februari 1938 ini terpilih menjadi Komandan Denpur 13 RPKAD. Setelah itu, Soegito juga pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 3 RPKAD sejak 1973 hingga 1975. Setelah itu, ia ditunjuk menjadi Komandan Grup 1 RPKAD sejak 1975 hingga 1978.

Tak hanya itu, Soegito pernah ikut terjun dalam Operasi Seroja di Timor-Timur pada 1975. Ia kemudian didapuk menjadi Panglima Komando Operasi Keamanan Timor Timur. Usai menjalani operasi tempur, Soegito memulai kiprahnya di Komando Teritoral TNI Angkatan Darat dengan menjadi Panglima Kodam Jaya mulai 1985 hingga 1988.

Puncaknya adalah saat Soegitu ditunjuk sebagai Pangkostrad pada 1988. Soegito adalah anggota Kopassus pertama yang menjabat sebagai Pangkostrad, yang saat itu menggantikan posisi Mayjen TNI Adolf Sahala Rajagukguk.