Ini Dia Empat Faktor Kecelakaan Mudik Tahun Ini Tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Selama masa mudik 2012 angka kecelakaan berlalu lintas meningkat. Angka ini bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pertahunnya saja, tercatat setidaknya angka kecelakaan sebanyak 31.234 kasus.

Analis Kebijakan Korlantas Polri, Komisaris Besar Polisi Adnas,mengatakan, setidaknya ada empak faktor penyebab kecelakaan berlalulintas. Penyebab pertama ialah faktor manusia. Adnas mengatakan, ini merupakan hal yang utama yaitu, primanya fisik saat berkendara.

''Faktor manusia yaitu sebesar 28 persen,'' tutur Adnas kepada rekan media, Selasa (28/8) pagi, di kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Penyebab kedua, kata Adnas, yaitu faktor alam. Faktor yang sering kali tidak terduga ini, memegang porsi sebesar 20 persen. ''Ini termasuk juga kondisi cuaca,'' ujarnya.

Yang menduduki peringkat ketiga ialah kelayakan kendaraan. Faktor yang juga sangat penting ini, memegang andil sebesar 18 persen. Kemudian yang terakhir yaitu faktor kelayakan jalan. Faktor kelayakan jalan ini, persentasenya sebesar 15 persen. ''Termasuk pula faktor prasarana jalan di dalamnya,'' ucap Adnas.

Setidaknya tercatat di tahun 2012, ada sebanyak 4.700 kasus kecelakaan, dengan korban meninggal dunia sebanyak 820 orang

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo mengatakan, memang diakui tahun ini angka kecelakaan meningkat.

Pada Idul Fitri 1433 Hijriah ini saja, berdasarkan data dari Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Terpadu 2012, tercatat jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor meningkat. Peningkatan ini naik sebesar 16,69 persen dari 2011. Tahun ini, jumlahnya yaitu sebesar 2.644.630 unit.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.