Ini Dia Keunikan Huruf "H" di Bahasa Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tahukah Anda bahwa kata Hembus itu tidak ada di Bahasa Indonesia, yang ada adalah embus (tanpa huruf H). Tidak hanya kata itu, tapi adang (bukan Hadang), entak (bukan Hentak), dan beberapa kata lainnya yang kehilangan huruf H.

Padahal, awalnya kata-kata tersebut memang tidak punya huruf H di depannya. Lalu terjadi proses "penyisipan desis" atau h-insertion dalam istilah linguistik. H-insertion ini nyatanya sering ditemukan di Bahasa Melayu dan juga Bahasa Indonesia. Seperti kata Hujan, Hutan, Hati, Hulu, Hadap, Hantu, Tahun, Leher, Tahu, dan sebagainya. Sekarang coba kita lihat pola dari kata-kata tersebut.

Rata-rata di berbagai bahasa rumpun melayu seperti bahasa Aceh, Jawa, Batak, Dayak, hingga bahasa Malagasi, kata "hujan" disebut sebagai "ujan" (di Bahasa Jawa dan Batak Toba menjadi udan, dan di bahasa Aceh menjadi uejuen).

Selain kata hujan, kata hati di rumpun bahasa Melayu lainnya disebut sebagai ati (Atau atay (tagalog), atei (bajau), ataw (dayak) dan beberapa kata lainnya). Tidak hanya hujan dan hati, kata-kata lainnya yang berawal huruf "H" juga sebenarnya berasal dari kata yang "tanpa huruf H".

SUMBER ASLI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel