Ini Dia Kronologis Pemukulan Serda YS Terhadap Penyiar RRI

Liputan6.com, Jakarta: Oknum TNI Serda YS memukul HMP, seorang penyiar RRI Samarinda. Insiden itu merupakan kelanjutan dari peristiwa yang terjadi sekitar dua pekan lalu di kediaman PWI yang juga adik kandung dari Serda YS.

Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima Liputan6.com, Rabu (21/11/2012) , Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto menjelaskan krologis peristiwa yang terjadi pada 17 November 2012, pukul 7.30 WITA di ruang tamu Kantor RRI Samarinda tersebut. Menurutnya, insiden ini dipicu lantaran adanya pengakuan dari adik kandung YS Serda, PWI, yang telah direnggut kehormatannya oleh sang pacar, HMP.

Mendengar pengakuan itu, lanjut Minulyo, Serda YS merasa prihatin dan menceritakan masalah itu kepada Ibu kandungnya. Selanjutnya pada 13 November 2012, Serda YS bersama Ibu dan sang adik menyambangi rumah orang tua HMP untuk menjelaskan permasalahan dan meminta pertanggungjawaban kedua orangtua HMP.

"Namun HMP dan kedua orangtuanya tidak memberikan jawaban yang jelas sebagai pertanggungjawaban kasus itu," jelasnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, keluarga Serda YS pun mengundang HMP dan orangtuanya untuk datang ke rumah keluarga Serda YS guna membicarakan masalah tersebut. Namun lagi-lagi niat itu tidak direspons baik oleh HMP.

Merasa diabaikan, Serda YS mendatangi kantor RRI Samarinda untuk menemui HMP yang bekerja di kantor tersebut untuk meminta pertanggungjawaban. Lantaran sedang siaran, HMP pun tidak bersedia menemuinya. Kondisi ini yang membuat Serda YS marah menghajar HMP.

 

Untuk itu, dengan penjelasan ini Minulyo menegaskan, kejadian tersebut dipicu adanya masalah keluarga atau pribadi. "Yang menimpa keluarga Serda YS dilatarbelakangi adanya rasa ketidakpuasan terhadap sikap HMP atas dugaan perbuatan yang telah dilakukannya kepada adik kandung Serda YS, yaitu PWI," kata Minulyo dalam siaran pers tersebut.

Menurutnya, kejadian ini seharusnya dapat dihindari apabila kedua belah pihak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Selanjutnya, Komandan Kodim setempat telah melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak dan telah menyepakati kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Disamping itu, dari pihak korban menyatakan tak akan memperpanjang masalah kejadian tersebut.

Kendati begitu, Denpom VI/1 Samarinda akan tetap memeriksa Serda YS atas tindakan yang telah dilakukannya. Dan selanjutnya, Komandan Kodim 0912/Kubar meminta maaf kepada Kepala Stasiun RRI Samarinda atas peristiwa yang terjadi di tempat tersebut.(ALI)