Ini Dia Pengarah Gaya Alay

TEMPO.CO, Jakarta - Gaya alay memang menjadi ciri khas tim sorak pada acara televisi, seperti di Dahsyat misalnya. Sejumlah 60 orang tim alay dengan kompak berjoget seirama dengan musik. Mereka pun dituntut untuk bersorak, tertawa dan menimpali celetukan pembawa acara.

Tim alay di Dahsyat yang berada di bawah naungan Kapur Barus Agensi milik Harsono Wahyudi, memang sudah dilatih khusus untuk bergaya alay. »Banyak orang nonton di studio nggak tau mau apa. Kalau kita memang bener-bener udah dididik," katanya.

Menurut Harsono, anak-anak itu datang ke studio kerja sehingga mereka harus mau tepok tangan, mau ketawa, mau ngikutin ritme acara. "Terus good looking, tampilannya jangan sampai jelek banget” kata Harsono, bos anak Alay di Dahsyat kepada Tempo pada pekan silam, 30 Mei 2013 di studio RCTI.

Harsono mengatakan bahwa untuk menghidupkan suasana pada sebuah acara, biasanya ada koordinator rame yang ditunjuk. Salah satunya yakni Wahyu Hidayat atau yang akrab dipanggil Dayat. Pria berusia 25 tahun inilah yang mempopulerkan joget ala ‘cuci-cuci jemur-jemur’.

»Mengalir aja ngikutin musik, langsung kepikiran. Nggak susah itu aja ngalir. Saya bergaya, 60 orang yang lain ngikutin kompak” kata Dayat. Ia pun kadang berlatih joget alay kala mendengarkan musik. Bahkan ia sering bereksperimen gaya tertentu bersama kawan-kawannya sesama alayers sebelum gaya tersebut ditampilkan.

NURUL MAHMUDAH

Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

Berita terkait:

Pramugari Sriwijaya Air Dipukul Pejabat Daerah

Pramugari Sriwijaya Air Banjir Dukungan di Twitter

Pemerintah Tegaskan Larangan Ponsel di Pesawat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.