Ini Dia Syarat Rumah KPR Second yang Bisa Anda Ajukan

·Bacaan 7 menit
Ini Dia Syarat Rumah KPR Second yang Bisa Anda Ajukan
Ini Dia Syarat Rumah KPR Second yang Bisa Anda Ajukan

RumahCom - Memiliki rumah impian tentu menjadi dambaan setiap orang. Sayangnya, permasalahan lahan yang terbatas dan kenaikan harga properti membuat cita-cita itu rasanya sulit digapai.

Jangan berkecil hati dulu, salah satu solusi bagi Anda yang ingin memiliki hunian dengan harga lebih terjangkau adalah membeli rumah bekas atau second melalui sistem KPR. Bagi Anda yang ingin membeli hunian namun bingung bagaimana cara memulai dan syarat rumah KPR second, yuk simak artikel ini untuk mendapatkan informasi sebagai berikut:

Apa Itu KPR Rumah Second

Syarat Rumah KPR Second

Cara Pengajuan KPR Second

Perbedaan KPR Rumah Second dan KPR Rumah Baru

Apa itu KPR Rumah Second?

Membeli rumah second dapat menjadi alternatif miliki hunian dengan harga miring (Pexels - Thirdman)
Membeli rumah second dapat menjadi alternatif miliki hunian dengan harga miring (Pexels - Thirdman)

Membeli rumah second dapat menjadi alternatif miliki hunian dengan harga miring (Pexels - Thirdman)

Bagi Anda yang masih asing dengan urusan pembelian rumah, ada baiknya mengenal lebih dulu tentang KPR. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) merupakan suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Saat ini KPR sendiri terbagi dalam dua jenis yakni:

  • KPR Subsidi: skema kredit yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Pada jenis ini, bentuk subsidi yang diberikan berupa keringanan kredit dan subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah.

Satu hal yang perlu diingat, sistem kredit ini diatur sendiri oleh pemerintah sehingga

tidak setiap masyarakat yang mengajukan kredit bisa mendapatkan fasilitas ini.

Melansir OJK, batasan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi

adalah penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan.

  • KPR Non Subsidi: Kebalikan dari KPR subsidi, jenis pinjaman ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat. Ketentuan KPR ditetapkan oleh bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan.

Setelah mengetahui arti dari KPR, maka KPR untuk rumah second berarti pinjaman yang diberikan pihak bank kepada debitur untuk membeli hunian bekas dari orang lain.

Lima Bank dengan Suku Bunga Rendah Per Desember 2021
Lima Bank dengan Suku Bunga Rendah Per Desember 2021

Mengajukan KPR dan Mengatur Cicilan

Lima Bank dengan Suku Bunga Rendah Per Desember 2021

Syarat Rumah KPR Second

Pastikan rumah second memiliki sertifikat yang lengkap dan tidak bermasalah (Pexels - Kindel Media)
Pastikan rumah second memiliki sertifikat yang lengkap dan tidak bermasalah (Pexels - Kindel Media)

Pastikan rumah second memiliki sertifikat yang lengkap dan tidak bermasalah (Pexels - Kindel Media)

Dalam proses memilih rumah baik lama atau baru tidak boleh sembarangan. Kunci utama dalam membeli rumah adalah sabar dan memperbanyak riset serta informasi agar Anda tidak rugi atau mengalami penipuan.

Terlebih pada rumah second, kondisi bangunan harus benar-benar dicek karena hunian yang akan Anda beli mungkin saja usianya sudah cukup lama. Tidak hanya itu, syarat rumah second yang harus Anda pastikan adalah sertifikat rumah tersebut. Cek apakah sertifikat berstatus hak milik (SHM) atau tidak.

Kesalahan utama yang biasanya dilakukan seseorang ketika membeli rumah second adalah tidak mengecek sertifikat dan terlanjur memberikan DP pada penjual. Ketika diajukan bank akan menolak sertifikat yang sedang digadaikan atau hasil warisan yang belum balik nama ke pemilik terbaru.

Di sisi lain, bagi Anda yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara atau ASN, pemerintah bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan Perum Perumnas merealisasikan KPR Tapera BTN. KPR untuk ASN ini memberikan besaran suku bunga yang terjangkau dengan jangka waktu cicilan hingga 30 tahun.

Lebih lanjut, untuk dokumen, syarat rumah KPR second yang biasanya diperlukan bank adalah:

  • Fotocopy sertifikat rumah (SHM/SHGB)

  • Fotocopy bukti pembayaran PBB

  • Fotocopy IMB

  • Fotocopy KTP, KK, dan NPWP penjual rumah.

Selain dokumen di atas, setiap bank biasanya memiliki persyaratan tersendiri mengenai syarat rumah KPR second yang dapat diajukan. Secara umum berikut kondisi rumah yang perlu Anda perhatikan:

  • Rumah tidak berada dekat dengan sutet

  • Posisi rumah tidak tusuk sate

  • Memiliki akses jalan yang bisa dilalui mobil dari 2 arah

  • Bebas banjir dan longsor

  • Jauh dari area pemakaman

  • Kondisi bangunan masih kokoh, atap dan dinding utuh tidak rusak atau hampir roboh

  • Memiliki garasi (ada bank yang mengharuskan rumah second memiliki 2 garasi)

Tip Rumah

Dalam membeli rumah second hasil warisan pastikan rumah tidak berada dalam kondisi sengketa dan telah balik nama.

Cara Pengajuan KPR Rumah Second

 Pilih beberapa rumah second untuk mencari lokasi hunian terbaik yang sesuai dengan bujet (Pexels - Andrea Piacquadio)
Pilih beberapa rumah second untuk mencari lokasi hunian terbaik yang sesuai dengan bujet (Pexels - Andrea Piacquadio)

Pilih beberapa rumah second untuk mencari lokasi hunian terbaik yang sesuai dengan bujet (Pexels - Andrea Piacquadio)

Tidak jauh berbeda dengan rumah baru, cara membeli dan mengajukan KPR untuk rumah second cukup mudah dipahami. Ada beberapa tahapan yang harus Anda ketahui sebagai syarat rumah KPR second sebagai berikut:

  • Memilih rumah second yang akan diajukan KPR

  • Mencari informasi mengenai suku bunga KPR dari beberapa bank sebagai perbandingan

  • Melengkapi syarat-syarat mengajukan KPR

  • Menunggu bank memverifikasi dokumen yang diberikan

  • Pembayaran biaya appraisal (survei) pada bank

  • Setelah KPR disetujui, menghitung biaya kredit serta lainnya (asuransi, provisi, administrasi, dll)

  • Melakukan akad kredit.

Untuk mempermudah proses pengajuan KPR rumah second, ada baiknya Anda telah memastikan rumah yang akan dipilih, menghitung bujet, serta memastikan semua dokumen yang diajukan aman.

Bagi pembeli, dokumen yang harus disediakan saat mengajukan KPR adalah fotocopy KTP, NPWP, surat keterangan kerja dari perusahaan, slip gaji, serta bukti rekening koran selama 3 bulan terakhir.

Satu hal yang penting, selain menghitung nilai plafon (pinjaman) KPR, sebaiknya siapkan juga dana lebih untuk membayar proses peninjauan rumah (appraisal), akad, notaris, serta balik nama sertifikat yang akan dilakukan dari pemilik rumah lama ke rumah baru. Siapkan setidaknya 10-20% dari total harga rumah yang dibeli.

Mengajukan KPR rumah second memang tidak mudah. Pasalnya ada persyaratan yang wajib dipenuhi. Jika Anda sedang mencari hunian menggunakan KPR, Anda bisa menemukan daftar huniannya di Tangerang. Dengan harga dibawah Rp1 miliar, cek pilihan huniannya di sini!

Perbedaan KPR Rumah Second dan KPR Rumah Baru

Hitung suka bunga KPR yang akan dipilih agar Anda tidak merugi (Pexels - RODNAE Production)
Hitung suka bunga KPR yang akan dipilih agar Anda tidak merugi (Pexels - RODNAE Production)

Hitung suka bunga KPR yang akan dipilih agar Anda tidak merugi (Pexels - RODNAE Production)

Setelah membaca cara dan syarat rumah KPR second di atas mungkin Anda jadi menimbang-nimbang untuk membeli hunian baru. Tidak apa-apa karena dari segi persyaratan keduanya bisa dibilang mirip dan hanya ada sedikit perbedaan saja.

Apa saja perbedaan KPR rumah second dan rumah baru? Cari tahu jawabannya melalui tabel di bawah ini:

KPR Rumah Baru

KPR Rumah Second

Pembelian Rumah

Mencari perumahan dan developer atau pengembang. Pihak developer biasanya akan memberikan daftar tipe rumah yang tersedia. Setelah memilih yang sesuai Anda bisa melakukan negosiasi dan pembicaraan untuk DP serta pengajuan KPR ke bank.

Mencari pada situs listing rumah seperti Rumah.com atau mendatangi langsung rumah bekas yang sedang dijual. Proses pembelian biasanya melalui broker atau perantara (tergantung situasi).

Setelah mendapatkan rumah second yang diinginkan, pembeli biasanya dipersilakan melihat kondisi rumah dan melakukan negosiasi. Dalam proses tersebut penjual dapat menetapkan DP yang bisa didiskusikan.

Dokumen KPR

Pihak developer akan memberikan salinan dokumen rumah (SHM) atau SHGB, IMB, serta bukti perjanjian kesepakatan pembelian hunian.

Pada pihak penjual, mintalah salinan dokumen kepemilikan rumah, bukti pembayaran PBB, fotocopy IMB, dan fotocopy data KTP serta NPWP pemilik hunian.

Prosedur KPR oleh pihak bank

Setelah melengkapi dokumen yang diperlukan, pihak bank akan melakukan BI Checking terhadap Anda sebagai pemohon KPR.

Proses ini dilakukan untuk menilai kondisi keuangan dan kemampuan Anda dalam melakukan kredit jangka panjang seperti KPR.

Jika tidak ada masalah dan pihak developer telah bekerja sama dengan bank, maka beberapa bank ada yang membebaskan biaya appraisal pada Anda.

Setelah itu pihak bank akan meninjau lokasi untuk menaksir berapa harga rumah yang akan diajukan.

Setelah melengkapi dokumen yang diperlukan, pihak bank akan melakukan BI Checking terhadap Anda sebagai pemohon KPR.

Proses ini dilakukan untuk menilai kondisi keuangan dan kemampuan Anda dalam melakukan kredit jangka panjang seperti KPR.

Setelah itu Anda harus membayar biaya survei rumah atau appraisal. Besaran biaya tersebut berbeda tergantung bank pilihan namun umumnya berkisar Rp1 juta.

Setelah itu pihak bank akan meninjau lokasi untuk menaksir berapa harga rumah yang akan diajukan.

Proses Akad Kredit

Setelah disetujui, maka pihak bank akan memberikan Surat Persetujuan Kredit (SPK). Silakan tanda tangani surat tersebut dan perjanjian akad setelahnya.

Untuk perjanjian akad harus dihadiri oleh developer, pembeli, dan perwakilan bank oleh notaris agar sah di mata hukum.

Setelah disetujui, maka pihak bank akan memberikan Surat Persetujuan Kredit (SPK). Silakan tanda tangani surat tersebut dan perjanjian akad setelahnya.

Proses penandatangan akad mirip dengan proses pada KPR baru namun kehadiran developer digantikan oleh penjual rumah.

Pembayaran DP atau Uang Muka

Down Payment (DP) diberikan pada pihak bank karena pihak developer tidak memiliki kepentingan dalam hal ini. Namun, beberapa pihak pengembang menawarkan opsi cicilan DP selama 6 kali tergantung kesepakatan.

DP langsung dibayarkan pada bank sesuai dengan kemampuan serta kesepakatan yang telah Anda buat di awal.

Biaya Balik Nama dan Tambahan Lain

Pada poin ini tergantung kebijakan dari developer. Beberapa pengembang ada yang menggratiskan biaya seperti BPHTB dan balik nama sertifikat karena telah termasuk dalam harga rumah.

Tergantung pada negosiasi dengan penjual. Baik penjual maupun pembeli memiliki pajak masing-masing yang harus dibayar. Untuk biaya jasa notaris dapat dibagi dua atau dibayarkan oleh penjual tergantung kesepakatan.

Itu tadi pembahasan rinci mengenai syarat rumah KPR second, cara pengajuan KPR serta perbedaan KPR rumah second dan baru. Melalui informasi di atas semoga Anda semakin yakin dalam mencari dan membeli hunian impian.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara, proses, dan biaya balik nama sertifikat rumah.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel