Ini Dugaan Sumber Klaster COVID-19 Pesantren di Cianjur

Bayu Nugraha, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 66 santri di Kabupaten Cianjur Jawa Barat dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Penularan pada klaster ini, disebut menjadi kekhawatiran yang terealisasi meski Cianjur masuk dalam kategori zona kuning.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr. Yusman Faisal menjelaskan, penularan virus tersebut diduga berawal dari seorang santri yang rutin dijenguk orangtuanya.

"Kita masih mendalami karena masih banyak kemungkinan, yang satu orang tersebut sering dikunjungi orangtua," ujar Yusman, Kamis 5 November 2020.

Menurutnya, dugaan itu juga dikuatkan setelah tim gugus tugas melacak penularan kepada kelompok guru. Hasilnya, semua guru yang di-rapid test menunjukkan hasil negatif.

"Kemudian dari unit guru, hasilnya nonreaktif ya, kemungkinan dari orangtua. Orangtuanya dari luar Cianjur," katanya.

"Untuk Cianjur saat ini menurut analisis, masih zona kuning, kita mewaspadai sekitar kita, kita antisipasi dengan memperbanyak tes swab. Dari awal sangat condong ke pesantren karena mayoritas santri, memang itu yang waspadai dan terbukti," tuturnya.

Sebelumnya, satu pondok pesantren di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, santrinya terpapar virus corona atau COVID-19. Tercatat sebanyak 66 santri dinyatakan positif COVID-19.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr. Yusman Faisal menjelaskan, pesantren tersebut diisolasi dengan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama 14 hari per Rabu 4 November 2020.

"Memang awalnya ada satu orang dari santri yang sakit kemudian hasil pemeriksaan swab ternyata santri tersebut terkonfirmasi positif," ujar Yusman kepada VIVA. (art)

Baca juga: 66 Santri di Cianjur Positif COVID-19